Polres Gayo Lues Aceh memusnahkan 305 kilogram ganja

Polres Gayo Lues Aceh memusnahkan 305 kilogram ganja

Polres Gayo Lues bersama unsur pimpinan daerah memusnahkan barang bukti ganja di Mapolres Gayo Lues, di Blangkejeren, Aceh, Rabu (1/9/2021). ANTARA/Zubaidah.

Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues, Polda Aceh memusnahkan 305 kilogram narkotika jenis ganja hasil operasi penindakan dari sejumlah lokasi di kabupaten ini.

Pemusnahan ganja berlangsung di Markas Polres Gayo Lues, di Blangkejeren, Rabu. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar barang terlarang tersebut.

Pemusnahan turut dihadiri Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gayo Lues serta unsur kejaksaan dan pengadilan negeri setempat.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman mengatakan ganja yang dibakar tersebut merupakan barang bukti operasi penindakan kasus narkotika dari dua lokasi berbeda.

"Barang bukti pertama dengan berat 195 kilogram di Tongra, Kecamatan Terangun serta di gudang penyimpanan di Pining dengan berat mencapai 110 kilogram," kata AKBP Carlie Syahputra.
Baca juga: Polres Gayo Lues gagalkan peredaran puluhan kilogram ganja

Dari dua kasus narkotika jenis ganja tersebut, kata AKBP Carlie Syahputra, polisi menangkap enam orang tersangka, yaitu lima tersangka dengan barang bukti 195 kilogram ganja, dan seorang tersangka dengan barang bukti 110 kilogram ganja.

Selain menangkap enam orang tersangka, AKBP Carlie Syahputra Bustaman mengatakan, pihaknya juga masih memburu lima orang diduga pelaku lainnya. Kelima orang tersebut saat ini telah dimasukkan ke daftar pencarian orang atau DPO.

"Kami mengajak masyarakat Gayo Lues tidak menanam, menjual, membeli maupun mengonsumsi narkotika, baik ganja maupun lainnya seperti sabu-sabu, karena merusak," kata Carlie Syahputra Bustaman.

Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani mengajak semua pihak bersinergi mengalihkan penanaman ganja oleh masyarakat kepada tanaman produktif lainnya.

"Kami juga mengajak semua instansi untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak menanam, menjual, dan mengonsumsi ganja," kata H Said Sani.

Wakil Bupati Gayo Lues itu mengatakan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lebih terbuka pikirannya bahwa komoditas lainnya juga dapat meningkatkan perekonomian.

"Masyarakat harus bersatu, terutama daerah-daerah dekat dengan hutan. Ganja tersebut bukan menjadi solusi melainkan musuh bersama. Karena itu, kami ingatkan masyarakat tidak menanam ganja," kata H Said Sani.
Baca juga: Polres Gayo Lues gagalkan peredaran 110 kilogram ganja
Baca juga: Polres Gayo Lues gagalkan peredaran 195 kilogram ganja

 
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021