Bantuan 80 ton oksigen dari Kemenkes tiba di Pelabuhan Trisakti Kalsel

Bantuan 80 ton oksigen dari Kemenkes tiba di Pelabuhan Trisakti Kalsel

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meninjau kedatangan 80 ton oksigen dari Kemenkes. (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Banjarmasin (ANTARA) - Sebanyak 80 ton oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen di seluruh rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kalimantan Selatan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor saat meninjau kedatangan oksigen di Pelabuhan Trisakti, Rabu siang, mengatakan oksigen cair bantuan Kementerian Kesehatan itu diangkut 4 ISO tank, masing-masing berisi 20 ton dengan KM Meratus.

Kedatangan 80 ton oksigen tersebut, kata dia, akan mencukupi kebutuhan oksigen di seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Kalsel.

Baca juga: Kadin serahkan 20,5 ton oksigen dukung penanganan COVID-19 di Kalsel

"Kedatangan oksigen ini, menjadi salah satu bukti bahwa kami berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait COVID-19, selain sektor ekonomi, " kata Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel.

Menurut Gubernur, dengan kedatangan 80 ton oksigen tersebut, jika ada perusahaan yang memerlukan oksigen, stok yang ada bisa saja disalurkan sepanjang tidak mengurangi kebutuhan oksigen di rumah sakit untik pasien COVID-19.

"Penyediaan oksigen tidak hanya berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan, tapi juga berkaitan dengan perekonomian," ujarnya.

Gubernur didampingi Ketua dan sejumlah anggota Satgas Oksigen Kalsel berharap bantuan tambahan oksigen dari Kemenkes ini dapat membantu penanganan COVID-19 di provinsi itu.

Selain itu, semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat tetap diminta saling bergotong royong dalam penanganan COVID-19.

Anggota Satgas Oksigen Kalsel Mahyuni menambahkan dengan jumlah pasokan oksigen yang ada, bisa mencukupi untuk kebutuhan hingga 10 hari.

"Besok datang lagi satu ISO tank dari Gresik dan dua ISO tank lainnya tanggal 3 untuk memperkuat cadangan oksigen kita, sehingga diharapkan cadangan oksigen di Kalsel cukup aman," kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel itu.

Ia mengatakan dalam kondisi normal, kemampuan ketersediaan oksigen di Kalsel sekitar 2.700 tabung, dari jumlah tersebut sekitar 25 persen saja untuk rumah sakit.

Baca juga: SKK Migas serahkan bantuan ISO tank oksigen ke Pemprov Kalsel

Baca juga: Pemprov Kalsel hentikan penjualan oksigen untuk industri


Namun, beberapa pekan terakhir pasokan oksigen diutamakan sepenuhnya untuk layanan kesehatan. Dua pekan lalu, Kalsel menerima 80 ton oksigen yang didatangkan dari Konawe, Sulawesi Tenggara.

Seluruh oksigen yang datang di pelabuhan yang sama itu langsung dibongkar dan disalurkan ke beberapa rumah sakit rujukan pasien COVID-19.

Empat ISO tank oksigen berkapasitas masing-masing 20 ton yang diangkut kapal LCT dan tiba di Pelabuhan Peti Kemas Banjarmasin dengan waktu perjalanan 12 hari.
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021