Mendes harapkan akhir 2021 dapat wujudkan nol kemiskinan ekstrem

Mendes harapkan akhir 2021 dapat wujudkan nol kemiskinan ekstrem

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menggelar Rapat Koordinasi secara virtual dengan Bupati dan Kepala Dinas PMD se-Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur terkait penanganan warga miskin ekstrim, di Jakarta, Selasa (31/8/2021). (FOTO ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengharapkan pada akhir 2021 dan awal 2022 dapat diwujudkan nol kemiskinan ekstrem di wilayah proyek percontohan (pilot project).

"Keberhasilan di wilayah 'pilot project' nantinya akan dilanjutkan ke sebanyak 250 kabupaten berikutnya di tahun 2022 hingga 2024," kata Mendes PDTT dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan setidaknya terdapat lima strategi Kemendes PDTT untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di kabupaten-kabupaten yang dijadikan sebagai proyek percontohan.

"Ini sudah saya paparkan ke Pak Presiden dengan lima pendekatan atau lima strategi," kata Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Ia memaparkan lima strategi itu adalah mengurangi pengeluaran, meningkatkan pendapatan, pembangunan kewilayahan, pendampingan desa, dan kelembagaan.

Diakuinya bahwa untuk mewujudkan nol persen kemiskinan ekstrem bukanlah hal mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit jika dilakukan secara bersama-sama.

"Nah, ini tentu sangat menguntungkan bapak ibu semua para pimpinan di kabupaten yang menjadi pilot project karena inilah yang pertama kali, kita harus bisa mewujudkan," katanya.

Ia menyebutkan, 35 wilayah yang menjadi proyek percontohan itu, yakni Provinisi Jawa Barat di Cianjur, Kuningan, Indramayu, Bandung dan Karawang.
Jawa Tengah di Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, Kebumen dan Brebes.

Lalu, di Jawa Timur di Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Bojonnegoro, dan Lamongan. Provinsi Maluku di Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, dan Maluku Barat Daya.

Provinisi Nusa Tenggara Timur di Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Manggarai Timur.

Provinsi Papua di Membramio Tengah, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Jayawijaya dan Deiyai.

Sedang di Provinsi Papua Barat dilaksanakan di Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Tambrauw, Maybrat dan Manokwari Selatan, demikian  Abdul Halim Iskandar.

Baca juga: Wapres: Bukan hal mudah tekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen

Baca juga: Menteri PPN beberkan upaya hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia

Baca juga: Jubir: Wapres minta gubernur "update" data rakyat miskin ekstrem
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021