Partisipasi vaksinasi COVID-19 ibu hamil di Mataram masih rendah

Partisipasi vaksinasi COVID-19 ibu hamil di Mataram masih rendah

Ilustrasi: Gerai layanan vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, tingkat partisipasi ibu hamil untuk vaksinasi COVID-19 di Mataram masih rendah, dengan realisasi saat ini baru 10 ibu hamil dari target sekitar 2.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Senin, mengatakan, sebanyak 10 ibu hamil yang mendapat vaksin COVID-19 tersebut berasal dari kalangan masyarakat umum.

"Sebenarnya, kita ingin memberikan vaksinasi ibu hamil pertama dari kalangan tenaga kesehatan (nakes). Tapi kebetulan, nakes di Dinkes belum ada yang hamil sesuai persyaratan," katanya.

Salah satu syarat ibu hamil boleh divaksin COVID-19, usia kandungan ibu hamil sekitar 17 minggu. Setelah mendapatkan vaksin COVID-19, kondisi kesehatan ibu hamil akan terus dipantau.

"Ketika ada keluhan atau gejala lain, kita akan konsultasikan langsung dengan dokter kandungan," katanya.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo tangguhkan penggunaan vaksin Moderna bagi ibu hamil
Baca juga: Satgas COVID-19 Bogor mulai vaksin ibu hamil dengan Moderna


Usman mengakui, untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ibu hamil ini membutuhkan kerja keras lebih optimal lagi melalui berbagai sosialisasi dan edukasi terhadap ibu hamil yang sudah memenuhi kriteria agar mau divaksin COVID-19.

"Ini menjadi tantangan kita bersama para nakes, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat di masing-masing kelurahan dan lingkungan," katanya.

Dikatakan, ibu hamil direkomendasikan mendapatkan vaksin COVID-19, karena ibu hamil dinilai rentan terpapar COVID-19. Karena itu, perlu kerja keras guna memberikan pemahaman kepada ibu hamil terhadap manfaat dari vaksin COVID-19.

Dia mengakui, sebagian ibu hamil memang masih ragu bahkan ada yang takut divanksin COVID-19 sebab menurut mereka itu bisa berdampak terhadap bayi dalam kandungannya.

"Padahal, vaksinasi ibu hamil ini sudah ada rekomendasi dari Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI) dan Menteri Kesehatan berdasarkan hasil kajian dari para ahli di bidang itu," ujarnya.

#ingatpesanibu
#sudahvaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Kemen-PPPA dorong percepatan vaksinasi COVID-19 ibu hamil dan anak
Baca juga: Sebanyak 1.754 ibu hamil di Jakarta sudah vaksin COVID-19
Baca juga: Satgas: Vaksin COVID-19 dapat diberikan ke ibu hamil dan menyusui


 
Pewarta : Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021