Sentra ATENSI bantu penyandang disabiltas mental untuk lebih produktif

Sentra ATENSI bantu penyandang disabiltas mental untuk lebih produktif

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Eva Rahmi Kasim (ANTARA/HP.Ditjen Rehsos)

Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di balai-balai milik Kementerian Sosial membantu para penyandang disabilitas mental untuk lebih produktif.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos Eva Rahmi Kasim mengatakan ketika fase gelisah para penyandang disabilitas mental sudah teratasi, maka mereka butuh aktivitas di lingkungannya.

"Kami sedang kembangkan di balai-balai Kementerian Sosial bagaimana menjadi orang yang produktif sesuai kemampuan mereka yang kita lakukan dengan membentuk Sentra Kreasi ATENSI," ujar Eva dalam diskusi publik daring "Penyandang Disabilitas Mental di Panti-Panti Sosial Berhak Merdeka," yang dipantau dari Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kemensos: Semua pihak harus kompak lindungi disabilitas saat bencana

Eva mengatakan Sentra ATENSI diharapkan menjadi wadah kegiatan kewirausahaan, penguatan vokasi, dan menjadi ajang promosi mereka untuk menampilkan karyanya yang bisa dilakukan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Misalnya, kata dia, di salah satu Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Phala Martha, di mana para penghuninya aktif dalam pembibitan lele dan nila, bahkan ada yang menanam tanaman hias.

Ia mengatakan Sentra ATENSI Kementerian Sosial diharapkan akan menjadi sentra aktivitas yang membuat para penyandang disabilitas merasa berarti.

"Sekali lagi, ini bukan tugas satu instansi saja, tapi perlu kerja sama dan sinergitas berbagai pihak yang bisa memahami persoalan ini dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Bagaimana pun, tidak cukup hanya kita melihat dari sisi panti, karena panti adalah pilihan terakhir," kata dia.

Baca juga: Kemensos: Urusan vaksin penyandang disabilitas perlu diperhatikan
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021