Ranjang pasien COVID-19 di Kalbar hanya terpakai 27,59 persen

Ranjang pasien COVID-19 di Kalbar hanya terpakai 27,59 persen

Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Balai Pengelola Transpotasi Darat (BPTD) Wilayah XIV Kalimantan Barat, memberikan 200 paket bantuan sembako kepada para tenaga kerja yang bergerak di bidang transpotasi yang terdampak pandemi COVID-19 di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. ANTARA/Jessica HW/am.

Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan, sampai dengan Senin (23/8) kemarin, jumlah ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19, baik di ruang ICU rumah sakit dan ruang isolasi di seluruh wilayah Kalbar sebanyak 1.725 dan yang terpakai sebanyak 476 atau 27,59 persen.

"Artinya masih ada 1.249 tempat tidur yang kosong dan kita harap ke depan tidak banyak yang terpakai," kata Harisson di Pontianak, Selasa.

Dia merinci, untuk jumlah ranjang di ruang ICU yang ada di rumah sakit di seluruh Kalbar sampai dengan tanggal 23 Agustus kemarin sebanyak 110 dan yang terpakai sebanyak 64 atau terpakai 58,18 persen.

Sedangkan untuk ranjang yang ada di ruang isolasi tersedia sebanyak 1.615 dan yang terpakai sebanyak 412 atau 25,51 persen.

Baca juga: Lantamal XII Pontianak gelar vaksinasi tahap dua

Baca juga: Dinkes Kalbar targetkan pembayaran insentif Nakes setiap bulan


Jika dilihat dari ketersediaan ruang tempat tidur bagi pasien COVID-19, di pastikan saat ini Kalbar berada di zona kuning COVID-19. Dan dirinya berharap bisa segera berada di zona hijau.

Pada kesempatan itu dirinya menambahkan, berdasarkan hasil New All Record (NAR) pada tanggal 23 Agustus 2021, total kasus konfirmasi sebanyak 34.063 orang dengan jumlah kasus aktif sebanyak 1.901 orang atau 5.58 persen.

Sedangkan untuk kasus konfirmasi sembuh sebanyak 31.259 orang atau 91,76 persen. Dan untuk kasus konfirmasi meninggal sebanyak 903 orang atau 2,65 persen.

Untuk menekan angka kasus COVID-19 di provinsi itu, Harisson meminta kepada pemerintah daerah untuk terus menggencarkan penerapan prokes dan memaksimalkan vaksinasi COVID-19.

"Mudah-mudahan dengan capaian vaksinasi COVID-19 yang masif, kita bisa segera mencapai kekebalan kelompok dari COVID-19," kata Harisson.*

Baca juga: Kalbar targetkan 70.000 ibu hamil mendapatkan vaksinasi COVID-19

Baca juga: Kabaharkam tegaskan Operasi Aman Nusa II karena pandemi COVID-19
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021