Trisakti kembangkan ekowisata desa penyangga TN Siberut di Mentawai

Trisakti kembangkan ekowisata desa penyangga TN Siberut di Mentawai

Tangkapan layar Ketua STP Trisakti Jakarta, Fetty Asmaniati. ANTARA/HO-Humas STP Trisakti.

Jakarta (ANTARA) - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta bekerja sama dengan Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera mengembangkan ekowisata di kawasan desa penyangga Taman Nasional Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

“Terdapat tiga desa sasaran yaitu Muntei, Madobag dan Matotonan,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, STP Trisakti menggelar Forum Discussion Group (FGD) secara hybrid, yakni daring dan luring, yang menghadirkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Direktur Program TFCA Sumatera, Samedi.

Kegiatan secara luring digelar di kampus Unversitas Negeri Padang (UNP). Dalam kegiatan itu dipamerkan pula produk dan jasa ekowisata dari tiga desa sasaran. Pameran itu membuka peluang kemitraan bisnis antara tiga desa di Mentawai dengan pelaku usaha pariwisata dan UMKM di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Beberapa orang perwakilan dari tiap desa hadir untuk bertemu dengan para pelaku bisnis pariwisata dan pemerintah. Hal itu membuka ruang diskusi dalam menjalin potensi skema bisnis.

Perwakilan desa membawa berbagai produk dan jasa ekowisata seperti kerajinan dan souvenirs, kuliner, hingga paket wisata untuk ditawarkan kepada para pengusaha pariwisata tersebut.

"Hubungan STP Trisakti dengan UNP sudah terjalin sejak 2006 lalu, saat kami dapat mendapat calon mahasiswa dari Padang dari program beasiswa pemerintah. Program ini bergulir cukup lama," kata Fetty.

Ia mengatakan ekowisata menarik untuk dikembangkan karena tren di masa depan adalah berwisata di alam liar. Dan desa di sekitar Taman Nasional Siberut memenuhi kriteria tersebut.

"Saat dunia pariwisata sudah kembali normal, kami ingin pengembangan ekowisata di tiga desa di Siberut sudah selesai dan siap dipromosikan kepada dunia," kata Fetty Asmaniati.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberi apresiasi atas gagasan yang dilakukan STP Trisakti karena pihaknya sejak lama ingin sejumlah daerah di wilayahnya dijadikan sebagai destinasi wisata.

"Ketika Bupati Kepulauan Mentawai bertemu untuk membahas rencana pengembangan ekowisata di Siberut, saya katakan akan mendukung. Karena selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, kawasan itu akan semakin dikenal masyarakat dan dunia," kata Mahyeldi.

Direktur TFCA Sumatera, Samedi, mendukung upaya yang dilakukan STP Trisakti dalam pengembangan ekowisata di Siberut.

"Keberadaan ekowisata di daerah Siberut harus bisa memberi kesejahteraan bagi penduduk di desa penyangga kawasan Taman Nasional Siberut. Daya dukung itu penting demi kenyamanan pengunjung yang datang," katanya.

Baca juga: Puluhan wisatawan asing masih tertahan di Mentawai imbas wabah corona

Baca juga: IPB University-Kabupaten Mentawai kerja sama pemanfaatan sagu

Baca juga: Peneliti sebut gempa kecil di Mentawai bisa jadi penanda gempa megathrust

Baca juga: Menjaga hutan dan budaya masyarakat adat Mentawai

 

Pewarta : Indriani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021