Samsung pimpin pasar monitor layar lengkung di kuartal II 2021

Samsung pimpin pasar monitor layar lengkung di kuartal II 2021

Monitor gaming Samsung Odyssey G9. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Samsung Electronics Co. menjadi vendor monitor layar lengkung terbesar di dunia pada kuartal kedua tahun ini meski pengirimannya mengalami penurunan yang signifikan dari kuartal sebelumnya.

Melansir Yonhap, Selasa, penelitian TrendForce mengatakan Samsung memiliki pangsa pasar 32 persen pada periode April hingga Juni setelah mengirimkan 1,09 juta monitor layar lengkung.

Sementara AOC/Philips dari TPV Technology Ltd., menjadi runner-up dengan pangsa pasar 12 persen dengan pengiriman 410.000 unit.

Baca juga: Samsung luncurkan layar microLED modular yang ditingkatkan

Baca juga: Nintendo ingin alih model ke layar OLED Samsung yang lebih lega


Kemudian, Micro-Star International Co. menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 10 persen, disusul Dell Inc. di posisi keempat dengan pangsa pasar 8 persen.

Meski berada di posisi teratas, pengiriman monitor lengkung Samsung pada kuartal kedua mengalami penurunan sebanyak 21 persen dari kuartal sebelumnya. Hal ini karena afiliasinya dan pemasok panel monitor lengkung Samsung Display Co. mengurangi produksi monitor LCD.

AOC/Philips, yang juga bergantung pada pasokan panel Samsung Display, turut mengalami penurunan pengiriman monitor lengkung sebesar 36 persen pada kuartal kedua.

Hal tersebut akhirnya menyebabkan pengiriman monitor lengkung secara keseluruhan pada kuartal kedua turun 6,1 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 3,41 juta unit.

Di sisi lain, perusahaan seperti LG Electronics Inc. dan Acer Inc. mengalami kenaikan pengiriman monitor lengkung masing-masing 110 persen dan 47 persen.

"LGE, khususnya, tidak mendapatkan panel dari SDC sama sekali. Mereka sebagian besar telah mengambil panel dari AUO atau CSOT untuk monitor lengkung mereka yang baru dirilis," kata TrendForce.

TrendForce memperkirakan pengiriman monitor lengkung global pada tahun 2021 akan mencapai sekitar 15,6 juta unit, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Tetapi pertumbuhan tahunannya harus turun dari 37 persen pada 2020.

"Ketika negara-negara mulai mencabut pembatasan terkait pandemi menyusul peningkatan vaksinasi di Eropa dan AS pada 2H21, permintaan konsumen yang dihasilkan oleh ekonomi yang tinggal di rumah telah mengalami perlambatan yang nyata juga," tambah TrendForce.

Baca juga: Samsung pertimbangkan untuk bangun pabrik baterai di Illinois

Baca juga: Terkendala chip, Samsung pastikan stok ponsel baru

Baca juga: Pengiriman ponsel lipat Samsung diprediksi capai 7 juta unit tahun ini


 
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021