Jakarta (ANTARA) - Rusia mengarak para peraih medali Olimpiade Tokyo di Lapangan Merah di Moskow setelah Komite Olimpiade Rusia (ROC) meraih jumlah medali terbanyak sejak Olimpiade Athena 2004.

Rusia mengikuti Olimpiade Tokyo di bawah panji ROC tanpa bendera dan lagu kebangsaan mereka akibat sanksi doping terhadap negara tersebut.

Para peraih medali emas Rusia dihibur dengan musik gubahan komponis Pyotr Tchaikovsky dan menyelimuti diri mereka dengan bendera putih berlambang ROC, tiga api dari tiga warna bendera Rusia dengan cincin Olimpiade di bawahnya.

Baca juga: Taekwondoin Rusia persembahkan emas Olimpiade untuk mendiang ibu

ROC menyatakan Olimpiade sukses setelah atletnya mengumpulkan total 71 medali, termasuk 20 medali emas.

Untuk menebus ketidakhadirannya di Tokyo, lagu kebangsaan negara itu dimainkan di Lapangan Merah saat para atlet merayakan sukses mereka dan para Olimpian diarak mengelilingi Moskow dengan bus terbuka.

Baca juga: Atlet peraih medali menembak dari Rusia disambut hangat di Moskow

"Setiap atlet dalam delegasi kita adalah pahlawan," kata Presiden Komite Olimpiade Rusia Stanislav Pozdnyakov yang merupakan mantan pemain anggar Olimpiade, dari panggung yang didirikan di Lapangan Merah.

"Bahkan termasuk mereka yang tak meraih medali," sambung dia seperti dikutip Reuters.

Atlet Rusia yang berhasil pada Olimpiade Tokyo termasuk pesenam putra yang memenangkan emas beregu yang untuk pertama kalinya terjadi sejak 1996,perenang Evgeny Rylov yang meraih dua medali emas gaya punggung 100 dan 200 meter dan atlet lompat tinggi putri Maria Lasitskene.

Baca juga: Vitalina Batsarashkina persembahkan emas menembak untuk ROC Rusia
Baca juga: Si kembar dari Rusia puncaki final senam ritmik Olimpiade

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2021