Jusindo prediksi pertumbuhan ekonomi kisaran 1,7 sampai 2,5 persen

Jusindo prediksi pertumbuhan ekonomi kisaran 1,7 sampai 2,5 persen

Dokumentasi pekerja mengikat rotan yang telah dijemur sebelum didistribusi ke perajin di Banda Aceh, Aceh, Selasa (27/7/2021). Aktivitas ekonomi masyarakat sangat terdampak pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Jaringan Usahawan Independen Indonesia (Jusindo), Sutrisno Iwantono, memprediksi laju pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 1,7 hingga 2,5 persen pada kuartal III 2021.

"Sektor-sektor ekonomi terbelenggu terutama pariwisata dan usaha kecil akibat PPKM yang membuat pendapatan turun signifikan," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Rabu.

Sutrisno menyampaikan sejak awal tahun hingga Ramadhan telah terjadi pembalikan ekonomi ditunjukkan kegiatan ekonomi dan bisnis yang punya harapan positif.

Baca juga: Ekonom berharap lebih banyak 'green jobs' diciptakan

Namun, setelah itu terjadi lonjakan Covid-19 yang menyebabkan kondisi ekonomi berbalik arah. Kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengakibatkan perlambatan di banyak sektor ekonomi. "Pada kuartall II kemungkinan masih positif, tetapi kuartal didasarkan kondisi saat ini akan terjadi kontraksi," ujarnya.

Jusindo memproyeksikan nilai Purchasing Manager's Index (PMI) akan berada di angka 40 dari sebelumnya bertengger pada level 55,3 pada kuartal II 2021.

Penurunan PMI itu akibat sebagian besar karyawan bekerja dari rumah yang membuat aktivitas sektor manufaktur mengalami kontraksi.

Baca juga: Anggota DPR harapkan pemerintah revisi pertumbuhan ekonomi pada 2021

"Kalau pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, menurut saya berat untuk tahun ini, kemungkinan berada di bawah tiga persen," ungkap Sutrisno.

Jasindo berharap pemerintah dapat segera menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 agar pertumbuhan ekonomi nasional menunjukan hasil yang cemerlang.

Selain itu, kegiatan vaksinasi yang diberikan kapada para pelaku usaha juga dipermudah guna mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok di lingkungan perusahaan.

Baca juga: Mandiri Institute: Demokrasi dorong pertumbuhan ekonomi

"Kami mohon pasar vaksinasi bisa dilonggarkan supaya pelaku usaha bisa melakukan kegiatan vaksinasi walaupun dengan biaya sendiri," ucap Sutrisno.

Lebih lanjut Sutrisno menuturkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional bergantung terhadap kebijakan pemerintah, seperti periode PPKM hingga stimulus ekonomi yang diberikan kepada pelaku usaha.

Ia menyampaikan ada beberapa usulan yang selalu diminta pelaku usaha, yakni penurunan beban biaya mulai dari perpajakan hingga tarif listik.

Baca juga: BI: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Aceh 2021 sebesar 2,37 persen

Selain itu, ada juga usulan terkait relaksasi perbankan agar diperpanjang dari awalnya setahun menjadi tiga tahun hingga bantuan untuk pekerja usaha kecil yang bergerak di sektor informal.

"Bantuan untuk pekerja yang tingkatan gajinya antara Rp3,5-5 juta diberikan bagi mereka yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal banyak usaha kecil tidak bisa bayar BPJS Ketenagakerjaan, artinya mereka yang paling membutuhkan malah tidak mendapat bantuan," kata Sutrisno yang juga menjabat Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021