BRIN dorong integrasi sumber daya iptek siapkan ibu kota negara baru

BRIN dorong integrasi sumber daya iptek siapkan ibu kota negara baru

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mendorong pengintegrasian infrastruktur serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk membangun ibu kota negara baru.

"Bukan hanya sekadar pindah lokasi bekerja saja, namun pemerintah ingin ada transformasi. Kota tersebut akan dibangun menjadi kota masa depan, tak seperti ibu kota saat ini," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menuturkan fokus pemerintah saat ini memperkuat riset dan inovasi setelah pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga anggaran yang dahulu banyak ke infrastruktur akan mulai digeser untuk riset dan inovasi.

Oleh karena itu, ia mengatakan urgensi pembentukan BRIN untuk mengintegrasikan riset, baik dari lembaga riset pemerintah atau non-pemerintah maupun perguruan tinggi, agar dapat fokus pada pengembangan riset dan inovasi.

Handoko berharap, BRIN menjadi sumber rekomendasi kebijakan pembangunan Indonesia pada masa mendatang, khususnya dalam membangun ibu kota baru.

Baca juga: BRIN: 'Smart City' harus pintar ciptakan peluang

BRIN diharapkan dapat menjadi pendukung utama kebijakan berbasis iptek dalam membangun ibu kota baru dan pengungkit agar riset dan inovasi dapat menjadi mesin penggerak tata kelola perekonomian yang pintar.

"Rancangan ibu kota baru bukan hanya 'smart' (kota cerdas) dan metropolis, namun juga nyaman, humanis, dan zero emisi," kata dia.

Ia mengatakan saat ini kontribusi riset masih minim dalam ekonomi Indonesia. Masalahnya terletak pada dua hal, yakni aktivitas riset yang masih didominasi pemerintah serta sumber daya riset dan inovasi yang masih tersebar di berbagai institusi.

Untuk itu, BRIN terus mengupayakan konsolidasi sumber daya riset dan inovasi yang meliputi sumber daya manusia, infrastruktur, dan anggaran, untuk menjalankan dan memperbaiki ekosistem riset dan inovasi pada masa mendatang.

Ia menuturkan konsolidasi dapat menciptakan "critical mass", keterlibatan swasta, dan pemanfaatan sumber daya alam, sehingga Indonesia diharapkan memiliki kekuatan bersaing dengan negara-negara lain.

Baca juga: BRIN jadi pengungkit agar riset dan inovasi industri tumbuh signifikan
Baca juga: BRIN: Infrastruktur riset terbuka bagi masyarakat ilmiah Indonesia
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021