Sydney masuki lockdown COVID-19 paling berat

Sydney masuki lockdown COVID-19 paling berat

Suasana sebuah stasiun kereta yang sepi saat lockdown diterapkan di Sydney, Australia, Rabu (28/7/2021). (ANTARA/Reuters)

Sydney (ANTARA) - Jutaan orang di Sydney pada Jumat mulai menjalani penguncian (lockdown) terberat mereka selama pandemi ketika jumlah kasus COVID-19 mencapai rekor di kota terbesar Australia itu.

Para pemimpin negara bagian dan nasional Australia akan bertemu untuk membahas rencana pembukaan kembali negara itu.

Saat Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, berjuang menghadapi rekor lonjakan kasus COVID-19, para pejabat setempat memperketat pembatasan di delapan daerah, di mana sebagian besar kasus baru dilaporkan.

Selain itu, mereka juga mencari bantuan militer untuk menegakkan aturan lockdown.

Lebih dari dua juta penduduk terdampak harus tetap tinggal dalam radius 5 kilometer dari rumah mereka dan harus memakai masker ketika mereka keluar rumah.

Polisi telah diberi wewenang baru untuk menutup bisnis yang melanggar aturan.

Namun, pembatasan ketat itu tidak berlaku untuk daerah lain di pinggiran kota Sydney, di mana penduduk dapat bepergian ke luar kota untuk pekerjaan penting, pendidikan, bahan makanan, dan alasan medis.

Baca juga: Otoritas Sydney minta bantuan militer terapkan pembatasan pergerakan

New South Wales mencatat kenaikan kasus baru harian terbesar pada Kamis, dengan 239 kasus COVID-19.

Para pejabat telah memperingatkan situasi "akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik".

Kasus-kasus harian COVID-19 pada Jumat diperkirakan akan dirilis pada pukul 11.00 pagi waktu setempat.

Saat Sydney memasuki pekan keenam lockdown yang diperpanjang hingga 28 Agustus, kabinet nasional Australia akan bertemu untuk membahas strategi negara itu keluar dari pandemi.

Kabinet nasional Australia terdiri dari para pemimpin nasional dan negara bagian.

Baca juga: PM : vaksinasi saja tidak akan akhiri penguncian COVID di Sydney

Australia telah menangani krisis virus corona jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya, dengan total jumlah kasus hanya di bawah 34.000 dan 923 kematian.

Namun, Australia termasuk yang terendah dalam pemberian vaksin. Sejauh ini hanya sekitar 18 persen orang berusia di atas 16 tahun yang telah divaksin lengkap.

Upaya imunisasi di Australia menghadapi beberapa hambatan karena perubahan saran medis bagi vaksin AstraZeneca akibat adanya masalah pembekuan darah, juga karena kendala pasokan vaksin Pfizer.

Sementara itu, negara bagian Queensland bersiaga setelah seorang siswa sekolah berusia 17 tahun tertular virus. Kasus itu membingungkan petugas kesehatan.

"(Ini) cukup mengkhawatirkan karena saya berusaha memahami bagaimana dia terjangkit," kata Kepala Dinas Kesehatan Queensland Jeanette Young kepada wartawan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sydney siap perpanjang 'lockdown' saat wilayah lain Australia dibuka
Baca juga: Australia perpanjang 'lockdown' COVID-19 di Victoria
Pewarta : Yuni Arisandy
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021