Bupati HSU resmikan Swargaloka, dorong tumbuhnya potensi wisata desa

Bupati HSU resmikan Swargaloka, dorong tumbuhnya potensi wisata desa

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid HK saat mengunjungi Ekowisata Swargaloka. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

Amuntai (ANTARA) - Di tengah pandemi COVID-19, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid HK, justru meresmikan Ekowisata Swargaloka dan mendorong tumbuhnya potensi wisata desa sebagai upaya menggerakkan sektor pertumbuhan ekonomi baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya mendorong tumbuhnya potensi wisata desa itu, disampaikan Wahid di Amuntai, ibu kota Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan, usai meresmikan Ekowisata Swargaloka (Susur Awang Rawa Gambut dan Lokasi Kerajinan) di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kamis.

Baca juga: Pakar: Ekowisata penting bagi konservasi burung air di lahan gambut

Bupati Abdul Wahid HK didampingi Ketua TP PKK HSU Anisah Rasyidah Wahid beserta jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten HSU, mengunjungi Ekowisata Swargaloka dengan menggunakan perahu motor.

Jarak tempuh waktu perjalanan sekitar 15 Menit dengan menggunakan perahu motor untuk sampai di Gazebo Swargaloka.

Bupati HSU memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukakan Kepala Desa Pulantani, Sekretaris Desa dari lima desa yang dibantu oleh Pemrakarsa Ekowisata Swargaloka dan masyarakat dalam berbagai peningkatan wisata.

"Apa yang berkaitan dengan tugas pemerintah daerah kami nanti akan mengupayakan dengan sebaik baiknya dan kami juga bersyukur kalau desa sudah menyatakan kesediaannya," katanya.

Baca juga: Riau garap ekowisata Pulau Cawan bersepeda lintasi rawa gambut

Ekowisata Swargaloka Desa Pulantani, memiliki tempat-tempat yang menarik untuk berswafoto di media sosial yaitu, Wisata Susur Awang Rawa Gambut, Lorong Amazon di Awang Kari, Wisata Pondok Swargaloka dan Pondok Pemantau Api.

Iwan Hermawan Ketua Pemrakarsa Ekowisata Swargaloka Desa Pulantani mengungkapkan, awal terciptanya ide Wisata Swargaloka atas musyawarah bersama di Lima Desa yang terjalin untuk membuat ekowisata yang memanfaatkan kelestarian alam.

"Ada lima desa yaitu Desa Pulantani, Desa Tambak Sari Panji, Desa Jingah Bujur, Desa Kramat, dan juga Desa Haur Gading." kata Hermawan.

Baca juga: Suaka Margasatwa Padang Sugihan ditanami tumbuhan vegetasi gambut lagi

Hermawan menambahkan, dari lima desa tersebut memiliki lima kelompok kerajinan, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun seluruh potensi yang ada.

"Jadi konsepnya adalah bagaimana memanfaatkan hasil sumber daya alam, bagaimana memanfaatkan kualitas sumber daya manusia melalui kelompok kerajinan, dan juga bagaimana kita melestarikan alam itu sendiri," ucapnya.

Hadir dalam peresmian itu, Sekretaris DPD KNPI Kalsel, Ketua DPD KNPI HSU, Ketua TP PKK HSU, Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda, Kepala SKPD Lingkup Pemkab HSU, Kapolsek Haur Gading, Danramil Amuntai Utara/Haur Gading, Camat Haur Gading, Kepala Desa Pulantani, dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Hulu Sungai Utara pertahankan keberadaan orangutan
Pewarta : Ulul Maskuriah/Eddy Abdillah
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021