Terdampak pandemi, panindita umat Hindu di Mataram dibantu sembako

Terdampak pandemi, panindita umat Hindu di Mataram dibantu sembako

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (pakai peci), Rabu (28/7/2021), menyerahkan paket bantuan sembako simbolis kepada para panindita/pemangku umat Hindu di wilayah Kota Mataram bertempat di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Mataram)

Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  H Mohan Roliskana menyerahkan paket bantuan kebutuhan pokok atau sembako kepada 100 panindita/pemangku umat Hindu yang mengalami dampak di masa pandemi COVID-19.

Kegiatan penyerahan bantuan diberikan secara simbolis kepada perwakilan panindita/pemangku umat Hindu disaksikan sejumlah tamu undangan di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Wali kota dalam kesempatan itu mengatakan penyerahan paket bantuan bahan pokok tersebut sekaligus sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Mataram kepada para panindita/pemangku.

"Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari," kata Mohan Roliskana.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa menambahkan penyerahan bantuan ini merupakan salah satu program kerja Banjar Hindu "Dharma Yasa" Pegawai Pemerintah Kota Mataram Tahun 2021.

"Secara keseluruhan total paket sembako yang diberikan kepada para panindita/pemangku sebanyak 100 paket, dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 ribu per paket," katanya.

Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng dan mi instan. "Melalui Banjar Hindu Dharma Yasa, kami (PNS Hindu-red) Pemerintah Kota Mataram menghimpun dana kemudian disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, salah satunya bantuan ini," katanya.

Menurut dia panindita/pemangku umat Hindu menjadi sasaran pemberian paket sembako tersebut, karena selama pandemi COVID-19 ini mereka juga terdampak karena aktivitas peribadatan di sejumlah pura mengalami penurunan.

"Sejak pandemi, aktivitas peribadatan umat Hindu berkurang apalagi setelah diberlakukannya PPKM mereka di rumah saja," katanya.

Biasanya, panindita/pemangku umat Hindu selalu di pura-pura untuk melayani umat serta memimpin sejumlah kegiatan acara keagamaan.

"Para panindita/pemangku Umat Hindu, satu tingkat di bawah Pedande," demikian  I Nyoman Swandiasa .

Baca juga: Wali Kota Mataram sumbangkan gaji untuk bantu warga terdampak PPKM

Baca juga: Gubernur ajak umat Hindu ikut bangun NTB jadi destinasi kelas dunia

Baca juga: Umat Hindu di Mataram arak ogoh-ogoh

Baca juga: Melawat ke Poto Tano, Gubernur NTB disambut tarian tradisi umat Hindu
Pewarta : Nirkomala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021