IPB University hadirkan akademisi FKH dari Malaysia dan Thailand

IPB University hadirkan akademisi FKH dari Malaysia dan Thailand

Dr Sutisa Majarune pada Kuliah Tamu Rabu (9/6/2021) di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University menyampaikan materi berjudul “Reproductive Physiology” yang merupakan salah satu sub-topik dari bab Sistem Reproduksi dan Laktasi. (ANTARA/HO-IPB University).

Jakarta (ANTARA) - IPB University menghadirkan sejumlah akademisi dari Malaysia dan Thailand sebagai pembicara dalam rangkaian Kuliah Tamu Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

"Kuliah tamu pertama menghadirkan Prof Cheng Hwee Ming dari Universiti Malaya, Malaysia dan kedua, Dr Majarune merupakan staf pengajar dari Department of Animal Science, Faculty of Agriculture at Kamphaeng Saen, Kasetsart University, Thailand,” ujar Dekan FKH IPB University, Prof Deni Noviana melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dr Sutisa Majarune pada Kuliah Tamu Rabu (9/6) di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University menyampaikan materi berjudul “Reproductive Physiology” yang merupakan salah satu sub-topik dari bab Sistem Reproduksi dan Laktasi.

"Reproduksi hewan adalah suatu proses biologis untuk membentuk organisme baru dengan mengkombinasikan material genetik dari dua organisme," kata Majarune.

Baca juga: Pakar IPB jelaskan implementasi biosains hewan dalam ilmu pengetahuan

Materi yang disampaikan meliputi neuroendokrinologi, profil hormonal pada siklus reproduksi hewan jantan dan betina, siklus estrus, fertilisasi, proses perkembangan embrionik fetus, serta proses parturasi/kelahiran.

Majarune memiliki riset mendalam tentang neuroendokrinologi reproduksi khususnya yang berperan dalam onset pubertas. Ia banyak mengkaji peranan KNDy neuron di hipotalamus yang berperan dalam sekresi pulsatile GnRH (Gonadotropin releasing hormone) dan gonadotropin.

“Seperti diketahui sekresi pulsatile GnRH dan gonadotropin menandai awal masa pubertas yang diikuti oleh perkembangan folikel di ovarium dan produksi hormon-hormon reproduksi,” ujar Majarune.

Majarune juga menjelaskan bahwa pada masa pre-pubertas, sensitivitas estrogen masih tinggi sehingga menekan sekresi GnRH dari hipotalamus. Kemudian pada masa pubertas, sensitivitas estrogen “tiba-tiba” hilang sehingga terjadi sekresi pulsatil GnRH dan gonadotropin yang mendorong proses pubertas.

“Akan tetapi sampai sekarang mengapa dan bagaimana kehilangan sensitivitas estrogen terjadi masih menjadi pertanyaan besar,” katanya di hadapan 218 mahasiswa program sarjana IPB University.

Selain mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Fisiologi Veteriner II tahun ajaran 2020/2021, mahasiswa program pascasarjana dari berbagai program studi di lingkungan FKH IPB University juga hadir dalam kuliah tamu ini.

Baca juga: Anuraga Jayanegara jadi profesor termuda IPB University
Baca juga: Pakar IPB jelaskan berbagai upaya transplantasi terumbu karang
Baca juga: Fahutan IPB University bekali mahasiswa kemampuan public speaking
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021