Ketua MPR imbau "influencer" gunakan riset sampaikan opini di medsos

Ketua MPR imbau

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). ANTARA/HO-MPR RI/pri

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mengimbau seluruh pendengung (buzzer) dan akun berpengaruh (influencer) untuk menyampaikan pendapat berbasis penelitian tentang COVID-19 di media sosial.

"Mengimbau influencer maupun public figure di Indonesia, terutama yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, agar berhati-hati dalam menyampaikan opini pribadi di media sosial jika tidak berlandaskan riset," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Hal tersebut, menurutnya, bertujuan untuk tidak menyebabkan disinformasi di kalangan masyarakat di tengah kondisi meningkatnya angka kasus penularan COVID-19 di Indonesia, tambahnya.

"Agar tidak menimbulkan keresahan dan kebingungan masyarakat yang dapat menghalangi penanggulangan pandemi COVID-19," katanya pula.

Bamsoet juga mengingatkan aparat Polri harus memberikan sanksi tegas kepada pelaku penyebaran informasi bohong tentang COVID-19.

"Meminta Pemerintah dan aparat kepolisian secara aktif menelusuri pelaku penyebaran hoaks di media sosial, serta memberikan peringatan keras dan sanksi sesuai peraturan berlaku," katanya lagi.

Bamsoet juga meminta Pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di media sosial dan mengimbau masyarakat agar menerima informasi tentang COVID-19 dari sumber terpercaya dan terakreditasi.

"Meminta Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap media sosial yang seharusnya dapat menjadi sarana untuk memajukan nilai kemanusiaan dan pemersatu bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Bamsoet juga menyarankan Pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebelum memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui penyebab peningkatan jumlah kasus penularan COVID-19 di Indonesia dalam satu pekan terakhir.
Baca juga: Jubir sebut Wapres tak gunakan "buzzer" atau "influencer"
Baca juga: Peneliti: Satu buzzer ber-"follower" lebih banyak punya pengaruh kuat

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021