Lelang sukuk serap Rp12,5 triliun

Lelang sukuk serap Rp12,5 triliun

Ilustrasi - Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp12,5 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp51,1 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp11 triliun.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS14012022 sebesar Rp1 triliun serta imbal hasil rata-rata tertimbang 3,09 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 14 Januari 2022 ini mencapai Rp8,11 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 3,09 persen dan tertinggi 4,5 persen.

Untuk seri PBS027, jumlah dimenangkan mencapai Rp6,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,26824 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp15,44 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,23 persen dan tertinggi 4,45 persen.

Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,28996 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp10,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,25 persen dan tertinggi 5,42 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,54975 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Maret 2034 ini mencapai Rp8,62 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,5 persen dan tertinggi 6,95 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22903 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 ini mencapai Rp5,33 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,2 persen dan tertinggi 7,3 persen.

Pemerintah tidak memenangkan penawaran dari seri PBS004 mengingat lelang sudah melebihi target indikatif, meski permintaan masuk mencapai Rp3,08 triliun. Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-Juli 2021 telah mencapai Rp160,94 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Pemerintah serap Rp6,14 triliun dari lelang sukuk
Baca juga: Lelang enam seri sukuk negara serap Rp12 triliun
Baca juga: Pemerintah serap dana Rp11,9 triliun dari lelang sukuk
Pewarta : Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021