P2G : Pemerintah perlu edukasi manfaat vaksinasi anak

P2G : Pemerintah perlu edukasi manfaat vaksinasi anak

Seorang anak mendapat vaksinasi COVID-19 di Medan, Rabu (7/7/2021. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengatakan pemerintah perlu melakukan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat vaksinasi anak.
 

“Perlu sosialisasi dan edukasi manfaat vaksinasi anak terhadap orang tua, yang dapat dilakukan oleh Kemenkes, Kemendikbudristek, Kemenag, pemda, sekolah, wali kelas, maupun media massa,” ujar Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, di Jakarta, Senin.
 

Pemerintah juga perlu menggandeng organisasi komite sekolah atau Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG).

Sosialisasi berisi informasi tentang bagaimana prosedur atau teknis vaksinasi siswa, syaratnya, bagaimana cara pendaftarannya, dimana tempat vaksinasi, dan lainnya.

Baca juga: Capaian vaksinasi anak 12-17 tahun di Kepri sudah 21,88 persen

Baca juga: Ribuan pelajar SD-SMP Surabaya divaksin di Gelora 10 November

 

“Informasi tersebut harus disampaikan kepada orang tua secara jelas dan komprehensif,” terang dia.
 

Kemudian, P2G juga meminta sekolah-sekolah proaktif berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti dinas kesehatan dan dinas pendidikan untuk penjadwalan vaksinasi siswa. Sekolah dapat juga berinisiatif membangun kerja sama dengan organisasi ikatan alumni maupun organisasi sosial, BUMN, swasta dalam menyelenggarakan vaksinasi gratis bagi anak secara mandiri. Inisiatif vaksinasi mandiri oleh sekolah dapat menjadi solusi sederhana.
 

“P2G meminta vaksinasi bagi siswa, guru, tenaga pendidik dijamin persediaannya dan bersifat gratis dari pemerintah. Walaupun sudah ada vaksin gotong-royong yang bersifat komersil, kami tetap meminta vaksin gratis dan jangan sampai sekolah memperdagangkan vaksin anak kepada orang tua nanti,” terang dia.
 

Selanjutnya, sekolah yang menggelar PTM terbatas dapat melibatkan siswanya untuk hadir di sekolah dengan syarat sudah divaksinasi. Bagi siswa yang menolak vaksinasi, sementara akses mendapatkan vaksin sudah bisa diperoleh ataupun sekolah sudah menyelenggarakan proses vaksinasi, maka siswa disarankan mengikuti pembelajaran dengan moda daring (PJJ) sebagai konsekuensi.
 

Hasil survei P2G menunjukkan sebanyak 63,3 persen orang tua setuju anaknya divaksinasi, sebanyak 23,5 persen orang tua tidak setuju divaksinasi, dan 13,2 persen ragu-ragu anaknya divaksinasi. Pemerintah mulai melakukan vaksinasi untuk anak berusia 12 tahun hingga 17 tahun. 

Baca juga: KPAI sebut belum ada penolakan vaksinasi untuk anak

Baca juga: Mobil vaksinasi keliling DKI juga melayani anak-anak

 

Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021