Menkes: Indonesia percepat program vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat

Menkes: Indonesia percepat program vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat

Tangkapan layar Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap Ke-20 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad (11/7/2021, 14:50WIB). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah Indonesia terus berupaya keras untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat di Tanah Air.

"Diharapkan kita bisa terus menerus menambah jumlah suntikan dan orang yang disuntik ke depannya supaya lebih cepat lagi," kata Menkes Budi dalam konferensi pers terkait Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap Ke-20 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad.

Menkes Budi mengklaim program vaksinasi Indonesia sudah berjalan cukup cepat akhir-akhir ini. "Data terakhir kita sudah menembus 50 juta suntikan," tutur Menkes.

Per 10 Juli 2021, sebanyak 36.193.076 rakyat Indonesia mendapat vaksinasi COVID-19 dengan suntikan pertama. Dari jumlah itu, 14.969.330 rakyat Indonesia sudah menerima vaksinasi dengan suntikan lengkap atau sebanyak dua kali suntikan.

Baca juga: Menkes: Vaksin Moderna untuk rakyat dan booster tenaga medis

Baca juga: Ketua DPD minta pemerintah pastikan efektivitas Moderna


Menkes Budi menuturkan angka 36 jutaan rakyat Indonesia yang sudah diberi vaksin COVID-19 dengan suntikan pertama itu mewakili 20 persen dari total target populasi suntik yaitu sebanyak 181,5 juta rakyat Indonesia.

Menkes mengatakan di beberapa provinsi seperti Bali, sudah lebih dari 70 persen rakyatnya menerima suntikan pertama. Demikian juga untuk DKI Jakarta, sudah lebih dari 50 persen rakyatnya mendapat suntikan pertama.

"Ini adalah suatu prestasi yang comparable (sebanding) dengan banyak negara-negara bagian atau provinsi-provinsi atau kota-kota besar bahkan di negara maju di seluruh dunia untuk bisa lebih dari 70 persen atau 50 persen mendapatkan suntikan yang pertama," ujar Menkes.

Menkes Budi menuturkan untuk 181,5 juta rakyat Indonesia, maka perlu sebanyak 363 juta dosis vaksin COVID-19 yang harus disuntikkan. Pada Juni 2021, Indonesia telah menerima 70 juta dosis vaksin.

"Di semester kedua ini akan ada lebih dari 290 juta dosis yang harus kita suntikkan dalam enam bulan. Jadi laju penyuntikannya akan jauh lebih cepat," ujarnya.

Pada Ahad (11/7), Indonesia menerima kedatangan 3.000.060 vaksin Moderna dalam bentuk vaksin jadi, yang merupakan bantuan dari Amerika Serikat, dengan mekanisme berbagi dosis (dose sharing) melalui fasilitas COVID-19 Vaccine Global Access (Covax).
Vaksin Moderna bantuan dari Amerika Serikat tiba di Indonesia. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)


Dengan datangnya vaksin Moderna itu, maka Indonesia hingga saat ini telah mengamankan 122.735.260 dosis vaksin baik berupa vaksin curah maupun vaksin jadi.*

Baca juga: 3 juta dosis vaksin Moderna bakal tiba di Indonesia pada Minggu

Baca juga: Menkes: Vaksin dosis ketiga nakes gunakan Moderna
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021