IPC umumkan enam atlet bergabung ke tim pengungsi Paralimpiade Tokyo

IPC umumkan enam atlet bergabung ke tim pengungsi Paralimpiade Tokyo

Lambang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 ditampilkan selama acara pembukaan item yang akan digunakan untuk upacara kemenangan, di Ariake Arena di Tokyo, Jepang, Kamis (3/6/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/Pool/WSJ/sa. (REUTERS/ISSEI KATO)

Jakarta (ANTARA) - Komite Paralimpiade Internasional (IPC) menunjuk enam atlet yang berasal dari empat negara berbeda untuk bergabung ke tim pengungsi Paralimpiade Tokyo, Kyodo melaporkan, Rabu.

Tim tersebut terdiri atas atlet asal Afghanistan, Burundi dan Iran, serta tiga atlet asal Suriah, termasuk perenang Ibrahim Al Hussein, salah satu dari dua atlet yang membentuk tim pengungsi Paralimpide pertama di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Tim yang terdiri atas satu perempuan dan lima laki-laki itu akan bertanding di cabang atletik, renang, kano dan taekwondo di Olimpiade Tokyo, yang telah ditunda selama satu tahun karena pandemi virus corona.

Baca juga: IOC tunjuk 29 atlet perkuat tim pengungsi untuk Olimpiade Tokyo

Presiden IPC Andrew Parsons mengatakan para atlet pengungsi "mencontohkan bagaimana perubahan dimulai dengan olahraga," dan meminta orang-orang di seluruh dunia untuk mendukung mereka.

"Mereka menderita cedera yang mengubah hidup, melarikan diri demi keselamatan mereka dan melakukan perjalanan berbahaya, tetapi meskipun banyak hambatan menghalangi mereka, mereka tetap menjadi atlet elit yang siap bersaing di Paralimpiade Tokyo 2020," kata Parsons.

Menurut IPC, sekitar 12 juta dari lebih dari 82 juta orang yang dipindahkan secara paksa di seluruh dunia memiliki beberapa tingkat disabilitas.

Tim akan dipimpin oleh Chef de Mission Ileana Rodriguez, mantan pengungsi dari Kuba yang mewakili Amerika Serikat dalam renang di Paralimpiade London 2012. Tim tersebut akan menjadi delegasi pertama yang berbaris di National Stadium Tokyo dalam upacara pembukaan pada 24 Agustus.

Baca juga: Komite janji gelar Paralimpiade dengan lebih sedikit tamu dan ofisial

"Beberapa tahun belakangan ini sangat menantang bagi atlet pengungsi, tetapi mereka tetap dalam hidup mereka," kata Rodriguez.

"Mereka dengan bangga akan mewakili 12 juta pengungsi di seluruh dunia yang memiliki disabilitas dan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi."

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menunjuk 29 atlet, yang berasal dari 11 negara, ke tim pengungsi Olimpiade Tokyo, dan berjumlah hampir tiga kali lebih besar dari skuad Rio de Janeiro.

Paralimpiade Tokyo, yang ditutup pada 5 September, akan menampilkan sekitar 4.400 atlet dari seluruh dunia.

Baca juga: Jepang bersiap vaksinasi atlet Olimpiade dan Paralimpiade
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021