Mahasiswa Universitas Brawijaya produksi masker wajah dari olahan susu

Mahasiswa Universitas Brawijaya produksi masker wajah dari olahan susu

Produk masker wajah yang diproduksi lima mahasiswa lintas program studi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, dengan bahan dasar olahan susu yang diberi nama "Mask.uykefir". (FOTO ANTARA/HO-Universitas Brawijaya/End)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Lima mahasiswi lintas program studi (prodi) Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, yakni Nur Aini Azizah (FPIK), Nanda Nabilah, Ria Amelia (Fapet), Rizka Rahmawati (FP), dan Ainy Nurhidayati (FEB) berkolaborasi membuat masker wajah berbahan dasar olahan susu.

Produk perawatan wajah dengan bahan dasar olahan susu sapi yang difermentasi dengan "grain kefir" selama lima hari itu diberi nama "Mask.uykefir".

“Starter grain kefir yang kami gunakan adalah grade premium yang mengandung Streptococcus sp., lactobacilli dan beberapa jenis ragi atau khamir nonpatogen,” kata Nur Aini Azizah, anggota tim yang membuat Mask.uykefir tersebut, di Malang, Selasa.

Menurut dia kecenderungan perawatan diri yang semakin meningkat memberikan banyak peluang bagi masyarakat. Tingginya kebutuhan produk kosmetik berbanding lurus dengan peluang dibukanya lapangan pekerjaan baru.

Hal inilah, kata dia, yang menjadi salah satu latar belakang terciptanya Mask.uykefir. Selain permasalahan ekonomi, potensi peternakan sapi perah Indonesia juga perlu dipertimbangkan untuk dijadikan bisnis kreatif dengan menggunakan bahan lokal.

Ia mengaku Mask.uy kefir dibangun untuk membantu masyarakat menemukan produk kecantikan yang aman bagi kulit dan kesehatan, sekaligus meningkatkan imun pengguna.

Masker.uykefir, menurut Aini, tidak menghasilkan efek samping. “Untuk khasiatnya beragam. Fokus kami adalah kesehatan kulit dari luar dengan penggunaan masker dan toner. Sedangkan perawatan dari dalam dengan konsumsi kefir drink. Selain untuk kulit, minuman kefir juga dapat memperkirakan dan meningkatkan metabolisme tubuh," katanya.

Aini memaparkan bahan baku yang digunakan dalam minuman kefir antara lain susu sapi segar, kefir grain, gula, perisa buah dan perwarna makanan. Sedangkan untuk masker, menggunakan susu sapi segar, kefir grain, ekstrak kunyit, teh hijau, stroberi, kopi, kayu manis atau charcoal.

Ia menambahkan beberapa senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kefir seperti peptida dan asam laktat sebagai inhibitor enzim tirosinase, selain itu senyawa-senyawa fenolik dalam kefir sangat efektif untuk mengatasi permasalahan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas.

Sementara sifat asam dari kefir sangat efektif menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri patogen seperti bakteri probioni acnes.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, katanya, masker dan scrub dapat digunakan tiga kali dalam seminggu, ditambah toner yang dapat digunakan setiap hari. Sedangkan untuk mask.uy minuman kefir dapat dikonsumsi setiap hari.

Tidak hanya diterima oleh masyarakat, produk Mask.uykefir juga mendapatkan sumber pendanaan dari empat lembaga, yaitu Program Mahasiswa Wirausaha UB tahun 2019, Wirausaha Muda Brawijaya BIIW UB tahun 2021, KMBMI Kementerian Pendidikan dan Teknologi Riset tahun 2021, dan LPDB Kementerian Koperasi 2021, demikian Nur Aini Azizah.

Baca juga: Biskuit ulat karya mahasiswa Universitas Brawijaya bisa obati stunting

Baca juga: Mahasiswa UB buat pasta gigi sensitif dari cangkang telur

Baca juga: Tiga mahasiswa UB ubah limbah aluminium jadi energi listrik

Baca juga: Terinspirasi lalapan, mahasiswa UB buat obat kanker mulut dari kemangi

 
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021