Cegah praktik suap, Pelindo II lakukan digitalisasi

Cegah praktik suap, Pelindo II lakukan digitalisasi

Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA/HO-Pelindo II.

Jakarta (ANTARA) - PT Pelindo II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) terus memanfaatkan teknologi digital dalam layanan kepelabuhan, sekaligus sebagai upaya mencegah adanya praktik suap.

"IPC terus mengoptimalkan layanan terminal peti kemas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhan dan mencegah praktik suap-menyuap," kata Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Arif mengatakan sejumlah program optimalisasi pelayanan operasional kepelabuhan dilakukan melalui digitalisasi.

Baca juga: Pengamat : Integrasi Pelindo langkah hadapi perubahan zaman

Pertama, Single Truck Identity, yang merupakan sistem berbasis elektronik terintegrasi dengan trucking company, asosiasi trucking, dan cabang pelabuhan dalam melakukan pendaftaran Truck ID yang berisi data identitas kendaraan seperti nomor polisi dan data perusahaan pemilik truk/perusahaan angkutannya.

Dengan implementasi Single TID ini, identitas truk yang masuk ke semua terminal yang ada di lingkungan IPC akan berada dalam satu database, sehingga akan memudahkan dalam identifikasi, penataan, dan monitoring truk ke depan.

Kedua, penerapan centralized traffic management system, yaitu sistem pengendalian lalu lintas yang mengawasi dan mengatur aktivitas keluar dan masuknya truk trailer di wilayah pelabuhan.

Dengan penerapan sistem ini, petugas akan dengan mudah mengawasi dan mengatur pergerakan truk melalui CCTV dan pengeras suara serta patroli secara berkala.

Ketiga, penggunaan i-Hub yakni single platform untuk semua pelayanan berbasis digital.

Arif menambahkan i-Hub ini merupakan pengembangan dari layanan e-Service yang telah berjalan selama ini, dengan menambahkan fitur monitoring, track and trace peti kemas, dan sarana pengangkut secara realtime yang langsung dapat dimonitor oleh pemilik barang, berbasis mobile app dan web.

Dengan implementasi i-Hub ini, IPC memastikan bahwa semua layanan customer ke depan tidak ada lagi physical contact dan berbasis digital.

Keempat, penerapan Single Terminal Operating System (Single TOS), untuk memudahkan perencanaan dan pengendalian operasi di semua terminal di IPC dalam satu aplikasi TOS.

Penerapan Single TOS ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Inpres No 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) di Pelabuhan.

Arif berharap upaya digitalisasi ini tidak hanya mampu meningkatkan pelayanan, melainkan juga dapat mengikis praktik suap-menyuap.

"Digitalisasi membuat pelayanan kepelabuhan menjadi lebih transparan, bukan cuma mengoptimalkan pelayanan, melainkan juga meminimalisasi peluang praktik suap-menyuap," pungkasnya.

Baca juga: Pelindo II: Kapal sepanjang 200 meter bisa sandar di Pulau Baai
Baca juga: IPC Group dan mitra utama teken Deklarasi Bersama Pelabuhan Bersih
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021