Unai Simon dari biang kerok menjadi pahlawan

Unai Simon dari biang kerok menjadi pahlawan

Kiper tim nasional Spanyol Unai Simon melakukan selebrasi kemenangan bersama rekannya di laga 16 besar Euro 2020 antara Kroasia melawan Spanyol di Parken Stadium, Copenhagen, Denmark. ANTARA/Pool via REUTERS/Stuart Franklin.

Jakarta (ANTARA) - Kemenangan mendebarkan 5-3 Spanyol pada babak 16 besar Euro 2020 Senin malam tadi diawali dengan mimpi buruk bagi kiper Unai Simon setelah blunder yang menghadiahkan gol kepada Kroasia tetapi berakhir dengan mimpi indah ketika penyelamatannya yang jitu pada babak perpanjangan waktu menjadi kunci kemenangan timnya.

Spanyol terlihat memegang kendali ketika Simon gagal mengontrol back pass Pedri pada menit ke-20 dan menyaksikan tanpa daya saat bola memantul melewati kakinya untuk masuk ke gawang sendiri yang membuat Kroasia unggul 1-0.

Gol itu tercipta sampai sejauh 49 yard atau hampir 45 meter sehingga menjadi gol bunuh diri terpanjang yang pernah terjadi pada Euro dan yang pertama dari luar kotak penalti.

Namun demikian rekan-rekan setim Simon yang berusia 24 tahun itu tetap mempercayai kiper mereka.

Baca juga: Drama 8 gol antar Spanyol ke perempatfinal Euro 2020

“Kami percaya penuh kepadanya,” kata kapten Sergio Busquets.

"Unai memiliki mentalitas yang sangat tenang tetapi saat bersamaan dia ambisius. Dan saya kira dia menunjukkan itu dengan reaksinya terhadap gol bunuh diri lewat penyelamatan-penyelamatan yang dia lakukan. Setelah gol bunuh diri itu dia aman sekali."

Simon yang melemparkan kausnya ke arah penonton setelah pertandingan itu dan dipeluk oleh rekan-rekan satu timnya, dipuji karena tendangannya yang menghentikan bola tapi kekurangtenangannya saat menguasai bola telah memicu kritik. Kedua hal ini terlihat jelas dalam pertandingan melawan Kroasia itu.

Blundernya membuat juara Eropa tiga kali itu tertinggal sampai Pablo Sarabia menyamakan kedudukan untuk Spanyol yang meluncur ke delapan besar setelah Cesar Azpilicueta dan Ferran Torres membawa mereka unggul 3-1 sebelum kebobolan dua gol pada menit-menit terakhir.

Spanyol akhirnya menang setelah melewati perpanjangan waktu.

Baca juga: Jadi 'Star of the Match', Busquets puas pada hasil laga

"Kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan ketika itu dilakukan penjaga gawang, maka semua orang lebih memperhatikannya," kata Mikel Oyarzabal yang mencetak gol pada menit ke-103, tiga menit setelah Alvaro Morata mengubah skor menjadi 4-3.

"Kepercayaan kami kepada Unai tak berubah. Saya telah terlibat dengan sangat sedikit kelompok pemain yang sebersatu atau sepercaya diri seperti ini."

Finis kacau pada masa-masa akhir pertandingan, ketika Mislav Orsic dan Mario Pasalic mencetak gol untuk menyamakan kedudukan Kroasia, memberi Simon kesempatan menebus kesalahannya pada babak pertama.

Ketika Kroasia merangsek ke depan dan sepertinya akan berbaling unggul, Simon melakukan penyelamatan luar biasa guna menggagalkan tembakan tepat sasaran Andrej Kramaric pada awal perpanjangan waktu.

Penyelamatan itu melecut semangat Spanyol yang dua gol cepatnya melalui Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal merancang pertemuan perempatfinal dengan Prancis atau Swiss di St Petersburg pada Jumat.

"Inilah sepak bola dan segalanya bisa terjadi," kata Busquets. "Nmaun yang terpenting adalah bangkit, menunjukkan mentalitas yang kuat, dan saya kira baik Unai maupun seluruh tim sudah melakukan hal itu hari ini."

Baca juga: De Bruyne, Hazard terancam absen dalam perempat final Euro 2020
Baca juga: Belgia pastikan Portugal gagal pertahankan gelar juara Piala Eropa
Baca juga: Ceko singkirkan 10 pemain Belanda menuju perempat final


 
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021