Kemensos tangani masalah sosial Kampung Bedeng Cempaka Putih

Kemensos tangani masalah sosial Kampung Bedeng Cempaka Putih

Menteri Sosial Tri Rismaharini berkunjung ke Kampung Bedeng di Jalan Cempaka Putih Timur IV No 29 RT 07/RW 07 Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (20/6/2021). (ANTARA/HO-Kemensos RI)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial langsung menangani masalah sosial di Kampung Bedeng di Jalan Cempaka Putih Timur IV No 29 RT 07/RW 07 Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Adapun keluhan dan permasalahan yang sering dialami penduduk di Kampung Bedeng yakni rawan bencana banjir, pemukiman padat, serta status kepemilikan tanah.

"Jika rawan bencana, perlu kesigapan menghadapi bencana di kami ada Kampung Siaga Bencana (KSB). Tentu saja, akan disinergikan dengan pemerintah daerah serta para pihak terkait,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Risma mengatakan terkait masalah status kepemilikan tanah, dirinya tidak memiliki kewenangan terhadap hal itu.

Baca juga: Mensos Risma targetkan rusunawa di Bekasi rampung Desember 2021

Baca juga: Risma ajak publik figur motivasi penerima manfaat di Bekasi


Dia siap merespon dan menampung keluhan warga untuk dicarikan solusi terbaik, khususnya terkait masalah sosial yang menjadi tanggung jawab Kemensos.

Selain itu, Kemensos akan fokus upaya peningkatan kesejahteraan warga, terlebih dari sebagian warga terdapat anak-anak usia sekolah dan para lanjut usia (lansia).

“Kami fokus memastikan warga mendapatkan kesejahteraan sosial, tapi belum tahu apakah pemberdayaan ekonomi atau layanan lainnya tepat,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 07, Heru Wardana menyatakan hingga kini tercatat terdapat 66 Kepala Keluarga (KK) dengan 44 pintu petak yang menghuni lahan di Kampung Bedeng.

“Sebagian warga bekerja jadi sopir pribadi, jualan, satpam, asisten rumah tangga serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU),” katanya.

Kemudian salah seorang warga, Cipto Parmanto menceritakan warga sudah tinggal 20-30 tahun di lahan 637 meter persegi itu, dan kalau hujan turun selalu kebanjiran.

“Dengan kehadiran Ibu Mensos, banyak keluhan warga yang disampaikan, salah satunya bagaimana cara agar saat turun hujan tidak kebanjiran lagi,” ungkap dia.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos didampingi oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dan Staf Khusus Menteri, serta pejabat Kemensos lainnya.*

Baca juga: Gubernur NTT tegur Bupati Alor terkait video viral

Baca juga: Ketua DPRD datangi Bareskrim adukan Bupati Alor terkait video viral
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021