China klaim pembangkit nuklirnya di Guangdong aman

China klaim pembangkit nuklirnya di Guangdong aman

Ilustrasi - Para petugas pada Rabu (5/6/2019) bekerja di dalam reaktor fusi nuklir HL-2M Tokamak, yang disebut sebagai "matahari buatan" dan sedang dibangun di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. Foto diambil tanggal 5 Juni 2019. ANTARA FOTO/Liu Haiyun/Chengdu Economic Daily via REUTERS/ama/cfo

Beijing (ANTARA) - China mengeklaim Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Taishan di Provinsi Guangdong terjamin keamanannya dan tidak berisiko menimbulkan dampak pada lingkungan.

"Situasi sekarang di pembangkit nuklir itu telah memenuhi syarat teknis spesifikasi. Sejauh ini pembangkit nuklir China telah menjalankan operasi dengan catatan bagus tanpa ada dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA Beijing, Rabu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan untuk menanggapi pernyataan pemerintah Amerika Serikat atas laporan kebocoran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Taishan setelah pemilik saham minoritas asal Prancis, Framatome, memperingatkan ancaman radioaktif yang akan terjadi.

Pembangkit yang berlokasi di Guangdong itu dioperasikan bersama oleh China General Nuclear Power Corporation (CGN) dan Framatome. CGN memegang saham 70 persen, sedangkan Framatome 30 persen.

Dalam laporannya pada Minggu (13) malam, CGN menyatakan bahwa beberapa indikator lingkungan di sekitar pembangkit nuklirnya normal-normal saja.

Lalu pada Senin (14/6), Framatome juga membuat pernyataan tertulis di laman resminya bahwa sesuai data, pembangkit nuklir di wilayah selatan China itu beroperasi sesuai dengan standar keamanan. 

 Baca juga: China operasikan reaktor nuklir terbarunya, siap diekspor

Baca juga: AS kembali tekan China untuk gabung perundingan nuklir


 

Unit PLTN pertama China mulai beroperasi komersial

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021