Polisi ciduk bandar lain saat pengembangan kasus "Family Gathering"

Polisi ciduk bandar lain saat pengembangan kasus

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan (tengah) bersama Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi (kanan) dan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ashanul Muqaffi (kiri) saat ditemui wartawan di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin (14/6/2021). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menciduk SW (54), tersangka bandar narkoba lain saat pesta narkoba di vila kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat, berkedok kumpul keluarga (Family Gathering), Senin.

Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan mengatakan SW merupakan tersangka bandar narkotik jenis sabu yang beroperasi di Kampung Muara Bahari seperti tersangka HS, yang sudah ditangkap lebih dulu saat penggerebekan 'Family Gathering' pada Kamis (3/6).

"Narkoba yang digunakan dalam kasus 'Family Gathering' yang telah kami ungkap beberapa waktu lalu tidak hanya diperoleh dari saudara HS dari Lembaga Pemasyarakatan, namun juga diperoleh dari saudari SW. Jadi saudari SW yaitu salah satu bandar narkoba di wilayah Kampung Bahari Jakarta Utara," ujar Guruh saat konferensi pers di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin.
Tersangka Bandar Narkoba HS (kiri) dan rekannya MS (kanan) ditemui wartawan di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (4/6/2021). ANTARA/Abdu Faisal


Guruh mengatakan petugas memperoleh barang bukti berupa sabu yang dikemas dalam plastik klip dengan berat 4,31 gram dari tangan tersangka SW.

Setelah menangkap SW, polisi juga menangkap pasangannya berinisial BP (31) di dalam kontrakan SW karena diduga ikut melayani transaksi narkoba milik SW di Kampung Muara Bahari.

Untuk memastikannya, Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi bertanya langsung kepada dua sejoli itu tentang peran mereka dalam transaksi narkoba di wilayah Kampung Muara Bahari.

Kepada Wakapolres, SW mengaku baru menjual narkoba dalam tiga bulan terakhir karena memiliki lima orang anak dan tidak memiliki suami. Sementara pasangannya BP (31) tidak memiliki pekerjaan.

Nasriadi pun bertanya tentang keuntungan yang dihasilkan dari jualan narkoba secara eceran tersebut.

Baca juga: Polisi: Dua pemakai narkoba di Priok terindikasi positif COVID-19

"Berapa keuntungan?" tanya Nasriadi.

"Diecer pak, satunya Rp100 ribu. Sebulan Rp3 juta, pak," jawab SW.

"Pembeli dari mana saja?" tanya Nasriadi lagi.

"Ya dari situ-situ saja pak? Enggak ada lain (dari luar Kampung Muara Bahari)" jawab SW.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Utara mengatakan polisi turut menangkap sejumlah tersangka bandar narkoba lainnya yang berinisial RZ, SR di Kampung Muara Bahari.

Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok bekuk pengedar narkoba

Selain itu, pemilik lapak di sepanjang rel kereta api, RS dan AR, yang merupakan pasangan suami-istri, turut ditangkap karena diduga ikut memperdagangkan narkoba di dalam lapaknya.

"Jadi total yang kami amankan seluruhnya sebanyak enam orang," kata Guruh.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021