Boyolali dukung isolasi terpusat di Donohudan percepat penyembuhan

Boyolali dukung isolasi terpusat di Donohudan percepat penyembuhan

Bupati Boyolali M Said Hidayat (kiri) didampingi Dirut Perumda Air MInum Tirta Ampera Sunarno (kanan) saat memberikan keterangan usai peresmian Gedung kantor Perumda Air Minum Tirta Ampera di Boyolai, Jumat (11/06/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Boyolali mendukung adanya isolasi terpusat pasien COVID-19 tanpa gejala di Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngempak untuk warga di Jawa Tengah karena  efektif mempercepat penyembuhan pasien.

"Kami mendukung adanya isolasi terpusat pasien OTG di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, ini efektif dalam percepatan penyembuhan pasien COVID-19," kata Bupati Boyolali M Said Hidayat, usai peresmian Kantor Pelayanan Perumda Ai Minum Ampera di Boyolali, Jumat.

Baca juga: Gubernur: Isolasi terpusat Donohudan Boyolali efektif tekan COVID-19

Bupati mengatakan isolasi terpusat tersebut untuk menampung warga OTG COVID-19 dari daerah-daerah lain di Jateng seperti masyarakat dari Kudus, dan Solo Raya yang menjalani karantina hingga sembuh.

"Kami mendukung langkah Pemprov Jateng, di asrama haji digunakan isolasi terpusat untuk percepatan kesembuhan warga dari COVID-19," kata Bupati.

Bupati menjelaskan terkait kasus COVID-19 di Boyolali memang usai Lebaran pada Mei 2021 sempat ada peningkatan tetapi semua dapat diatasi atas kerja sama semua pihak.

Baca juga: 389 pasien COVID-19 dari Solo Raya dan Kudus dikarantina di Boyolali

Pemkab Boyolali terutama rumah sakit yang ada masih dapat melayani masyarakat yang terinfeksi virus corona dengan baik dan  dilakukan penelusuran warga yang terkonfirmasi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Boyolali.

"RSUD Pandan Arang Boyolali yang menjadi rumah sakit rujukan kasus COVID-19 masih dapat menampung pasien yang positif di Boyolali. Kami berharap ruang di rumah sakit dapat melayani dengan baik pasien COVID-19," kata Bupati.

Baca juga: Warga Kudus jalani isolasi di Boyolali bertambah 23 orang

Kendati demikian, Bupati mengingatkan peran masyarakat di Boyolali juga sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak agar virus corona di daerah ini, segera berakhir dan ekonomi bangkit kembali menjadi normal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina mengatakan perkembangan data kasus COVID-19 di Boyolali hingga Jumat ini, bertambah 68 kasus sehingga akumulasi menjadi 8.259 kasus.

Baca juga: Fasilitas karantina Boyolali siap terima pasien COVID-19 dari Kudus

Jumlah terkonfirmasi COVID-19 masih aktif di Boyolali sebanyak 340 kasus yang terdiri masih dirawat di rumah sakit sebanyak 113 kasus dan isolasi mandiri ada 227 kasus.

Jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 7.566 kasus atau sekitar 91,6 persen dan meninggal dunia karena COVID-19 ada 353 kasus atau sekitar 4,3 persen.

Baca juga: Ketua DPRD Boyolali Paryanto dikenang sebagai tokoh pembangunan

Kabupaten Boyolali skoring indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 saat ini, yakni 2,25 atau masuk zona risiko sedang atau oranye.

Namun, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi prokes, mengurangi aktivitas, dan menjauhi kerumunan untuk menekan kasus penularan COVID-19.

Baca juga: Tim gabungan Boyolali gencarkan usap antigen terhadap pengguna jalan

 
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021