Mongolia laporkan kematian anak pertama akibat COVID

Mongolia laporkan kematian anak pertama akibat COVID

Pengunjuk rasa dengan mengenakan masker melakukan protes atas perubahan yang dilakukan China terhadap kurikulum sekolah --dengan menghilangkan bahasa Mongolia dari mata pelajaran utama-- berkumpul di Lapangan Sukhbaatar di Ulan Bator, Mongolia, Selasa (15/9/2020). REUTERS/B. Rentsendorj/pras/cfo

Ulan Bator (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Mongolia pada Minggu (6/6) melaporkan empat kematian COVID-19, termasuk gadis kecil berusia delapan tahun --anak pertama di negara itu yang meninggal akibat virus corona.

Wabah COVID-19 hingga kini telah menelan 325 korban jiwa di Mongolia sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret tahun lalu.

Berdasarkan data kementerian, total kasus COVID-19 berjumlah 65.266, termasuk 1.288 kasus baru. Sementara, jumlah pasien sembuh mencapai 53.780.

Tingkat kasus positif harian COVID-19 meningkat secara signifikan, kata kementerian sambil mendesak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Negara Asia itu meluncurkan program vaksinasi COVID-19 pada akhir Februari, dengan target sedikitnya 60 persen dari 3,3 juta penduduk mereka.

Lebih dari 1.510.000 warga Mongolia telah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap, kata kementerian tersebut. 

Sumber: Xinhua

Baca juga: Turki keluarkan peringatan perjalanan ke Mongolia akibat virus corona

Baca juga: Presiden Mongolia dikarantina 14 hari sepulang dari China

Baca juga: PM Mongolia ajukan pengunduran diri

 

Yang berbeda dari Festival Naadam tahun ini di Mongolia

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021