Muhammadiyah Jateng: Siswa SMK mesti memiliki spirit wirusaha

Muhammadiyah Jateng: Siswa SMK mesti memiliki spirit wirusaha

Peresmian Program Center Of Excellence tiga SMK Muhammadiyah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/HO-Majelis Pustaka Informasi PDM Kabupaten Magelang)

Magelang, Jateng (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Jawa Tengah mendorong para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), terutama di bawah naungan organisasi tersebut, memiliki spirit wirausaha sejak dini sehingga bisa menumbuhkan kemandirian ekonomi.

"Selain membangun kerja sama dengan industri, bangun pula spirit wirausaha kepada siswa sejak dini, harapannya ke depan akan tumbuh kemandirian ekonomi," kata Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir dalam keterangan pers Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu saat peresmian fasilitas Center Of Excellence (COE) untuk tiga SMK Muhammadiyah di Kabupaten Magelang, Jateng, yang dilakukan Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Bakrun, beberapa waktu lalu, dan dipusatkan di SMK Muhammadiyah Salaman.

Hadir dalam acara itu, antara lain Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah Nikmah Nurbaiti, dan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Jawa Tengah Iwan Junaedi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang Jumari, dan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Magelang Muhammad Tohirin.

Program COE adalah program pusat keunggulan pendidikan dengan metode pembelajaran yang merupakan kolaborasi pendidikan vokasi (keahlian terapan) dengan dunia industri dan dunia usaha.

Selain pendidikan akidah dan akhlak, kata dia, SMK Muhammadiyah juga perlu memberikan bekal ilmu terkait dengan kewirausahaan dan kemampuan menggunakan teknologi.

"SMK Muhammadiyah perlu memiliki orientasi yang lebih luas yakni memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum, bagaimana produk-produk yang dihasilkan oleh para siswanya mampu juga dikonsumsi dan dinikmati langsung oleh masyarakat," kata dia.

Ia mengharapkan Program COE memberikan manfaat tidak hanya pada lingkungan sekolah akan tetapi juga kemanfaatan dalam skala yang lebih luas.

Sebanyak tiga SMK Muhammadiyah di Kabupaten Magelang yang memiliki fasilitas baru berupa perangkat Program COE itu, adalah SMK Muhammadiyah Salaman dengan fasilitas berupa kompetensi keahlian tata boga, SMK Muhammadiyah Mungkid berupa fasilitas bengkel mesin dan teknik kendaraan ringan otomotif, serta SMK Muhammadiyah 2 Muntilan berupa program keahlian tata kelola perkantoran.

Bakrun mengatakan SMK yang memperoleh Program COE akan ditetapkan menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK) pada 2021.

"Dengan adanya SMK PK, pemerintah memiliki target setiap lulusan sekolah kejuruan bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja dan juga mampu kreatif untuk berwirausaha," katanya.

Sekolah dengan fasilitas Program COE juga diharapkan menjadi tempat yang mampu menumbuhkan inspirasi dan inovasi baru sehingga menjadi contoh bagi sekolah lain di sekitarnya.

Ia mengatakan bahwa melatih siswa untuk siap kerja juga perlu dibarengi dengan melatih mereka untuk siap berwirausaha.

Meskipun siswa berkompeten sesuai permintaan industri, kata dia, akan tetapi lapangan pekerjaan dan jumlah lulusan tidak seimbang, demikian Bakrun,

Baca juga: 4 SMK Muhammadiyah di Kabupaten Magelang ikut Gerakan Satu Juta Masker

Baca juga: Sekolah petani dirintis Universitas Muhammadiyah Magelang

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Magelang luncurkan 'brand' baru Unimma

Baca juga: Lewat Program "Mbangun Desa", siswa di Magelang bagikan ribuan masker


 
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021