Pimpinan DPRD Surabaya beri catatan jelang 100 hari kerja Eri-Armuji

Pimpinan DPRD Surabaya beri catatan jelang 100 hari kerja Eri-Armuji

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji ANTARA/HO-Tim Eri-Armuji .

Surabaya (ANTARA) - Pimpinan DPRD Kota Surabaya memberikan sejumlah catatan kepada pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji menjelang 100 hari kerja yang jatuh pada 7 Juni 2021.

"100 hari tentu tidak bisa menyelesaikan persoalan di Surabaya. Tapi secara umum, pelayanan publik sudah bisa dirasakan. Ditambah lagi Wali Kota juga berkantor di kelurahan, itu bagus," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, penanganan COVID-19 dan geliat ekonomi di Surabaya mengalami tren yang membaik. Selain itu, lanjut dia, angka kasus COVID-19 di Surabaya juga tidak meloncak.

"Ini dapat dilihat dari data kasus COVID-19 pascalibur Idul Fitri. Tidak hanya itu, kegiatan vaksinasi dan swab test juga berjalan dengan baik," ujarnya.

Meski demikian, Reni memiliki sejumlah catatan atau persoalan yang perlu dicarikan solusi oleh kepala daerah. Persoalan tersebut adalah angka pengangguran di Surabaya masih tinggi.

"Masih ada warga Surabaya yang kondisi ekonomi masih sulit. Masih ada juga UMKM yang masih lesu. Penanganan UMKM memang sudah bagus. Tapi itu butuh proses jadi tidak bisa otomastis," katanya lagi.

Catatan lain dalam pendidikan, Reni mengatakan pada Juni mendatang merupakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pertama wali kota baru.

Menurut Reni, ada dua persoalan sering muncul, yakni ada warga di kecamatan tertentu yang tidak ada pilihan sekolah negeri.

"Misalnya di kecamatan tertentu sekolah negeri sedikit, sehingga untuk bisa masuk ke sekolah negeri berebut. Peluang masuk sekolah negeri kecil. Sebaran sekolah negeri yang perlu mendapat perhatian," ujarnya pula.

Persoalan pendidikan lainnya adalah distribusi sekolah di SMP negeri dan swasta yang timpang. Reni berharap PPDB tahun ini bisa lebih baik. "Kami berharap dua persoalan itu biasa diatasi," katanya lagi.

Selain itu, persoalan lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah masalah banjir yang masih sering terjadi di Surabaya.

"Pembangunan infrastrukrur pada saat pandemi tidak ada yang besar. Tapi ada pekerjaan yang sudah dilakukan dengan mengedepankan prioritas," katanya pula.

Persoalan transportasi juga menjadi catatan Reni.

Ia berharap biaya atau ongkos naik Surabaya Bus yang selama ini menggunakan sampah plastik nantinya bisa juga dengan uang.

"Katanya ini tengah disiapkan. Tapi tentu dengan perubahan pelat nomor bus dari merah menjadi kuning," kata dia.

Terakhir, Reni berharap semoga kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota, Eri-Armuji semakin baik.
"Warga semakin cerdas, mana kepala daerah yang bekerja dengan sungguh-sunguh sesuai janjinya saat kampanye. Kami akan mensupport untuk kebaikan Surabaya," katanya lagi.
Baca juga: Wali Kota Surabaya gelar griya virtual dengan cara unik
Baca juga: Cara Eri Cahyadi kembangkan kualitas pelayanan publik di Surabaya
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021