BMKG prediksi dua bulan ke depan Palu banyak diguyur hujan

BMKG prediksi dua bulan ke depan Palu banyak diguyur hujan

Ilustrasi - Cuaca di Sulteng mulai mendung sebagaimana prediksi BMKG bahwa puncak fenomena siklon tropis mulai sekitar pukul 14.00 WITA hingga seterusnya, cuaca mendung terpantau terjadi sekitar pukul 15.02 WITA, Minggu (18/4/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi dua bulan ke depan atau di bulan Juni-Juli 2021 Kota Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya akan banyak diguyur hujan.
 
"Cuaca di Kota Palu dan sekitarnya masuk kategori cuaca non zoom tidak seperti cuaca pada umumnya yang berlaku di Indonesia, sehingga sering turun hujan meskipun belum masuk di musim penghujan atau pancaroba," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim yang dihubungi di Palu, Jumat.
 
Dia menjelaskan, cuaca Kota Palu dan sekitarnya saat ini belum masuk kategori pancaroba meskipun secara nasional sudah terjadi pancaroba, karena cuaca di ibu kota Sulteng berbeda seperti cuaca pada umumnya.
 
Oleh karena itu, prediksi BMKG puncak pancaroba di wilayah Sulteng baru terjadi pada bulan Juli mendatang, karena memasuki musim kemarau di Agustus hingga Oktober.
 
"Saat ini cuaca di Palu dan sekitarnya masih normal meskipun banyak turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan ini merupakan siklus tahunan, namun ini bukan masuk musim penghujan," ujar Nur Alim.

Baca juga: BMKG prakirakan potensi hujan lebat di beberapa daerah Indonesia
 
Ia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan kondisi cuaca ini terjadi hujan lebat berturut-turut, oleh karena itu warga yang bermukim di sekitar lereng gunung dan bantaran sungai agar tetap waspada dari ancaman banjir dan tanah longsor.
 
Meskipun kondisi normal, masyarakat di minta tetap waspada karena bencana tidak bisa diprediksi. Jika suatu wilayah tertentu berada di zona rawan bencana maka kesiapsiagaan selalu ditingkatkan.

"Meskipun di hilir tidak hujan namun di hulu mendung, kita sudah harus mengambil langkah-langkah antisipasi sehingga dampak ditimbulkan tidak membahayakan jiwa manusia," katanya.
 
BMKG juga mengimbau, bagi pengendara yang melintasi jalur-jalur transportasi di kawasan pegunungan agar tetap mewaspadai tanah longsor, meskipun hujan turun dengan intensitas sedang bila sering terjadi, maka bisa berpotensi longsor.

"Prediksi kami tujuh hari ke depan kondisi cuaca normal. Artinya, pagi kemungkinan berawan, sore bisa saja turun hujan begitu pun sebaliknya dan intensitas hujan tidak terlalu deras," demikian Nur Alim.

Baca juga: BMKG: Waspada cuaca ekstrem sepekan di wilayah Maluku
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di sebagian wilayah
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021