Pilgub Sulsel 2024, PKS-Gerindra beri sinyal berkoalisi

Pilgub Sulsel 2024, PKS-Gerindra beri sinyal berkoalisi

Suasana pertemuan Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Gerindra Sulsel, di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Gerindra mulai memberikan sinyal satu sama lain untuk membahas koalisi dalam persiapan menghadapi Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2024.

"Kami siap untuk bekerja sama dengan Partai Gerindra," ujar Ketua DPW PKS Sulsel M Amri Arsyid menanggapi hasil pertemuan dengan petinggi Gerindra, di Makassar, Selasa.

Ia mengemukakan, ajakan berkoalisi dengan partai besutan Prabowo Subianto tersebut, melalui komunikasi politik adalah hal yang wajar. Walaupun pelaksanaan pilkada serentak masih tiga tahun ke depan, kata dia, langkah awal politik harus dipersiapkan lebih dini.

Selain itu, PKS juga memiliki kesamaan visi dan misi dengan Gerindra untuk sama-sama membangun Sulsel jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pihaknya berharap, melalui pertemuannya itu, Sulsel dapat dipimpin oleh figur mumpuni yang memiliki visi yang jelas terhadap arah pembangunan berkelanjutan dengan tujuan menyejahterakan masyarakat.

"Kami butuh sosok pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat serta memiliki visi yang jelas untuk pembangunan di wilayah Indonesia timur ke depanya," kata dia pula.

Amri pun mengharapkan adanya sinyal koalisi itu secara bersama-sama melakukan seleksi calon kepala daerah lebih awal, mengingat selama ini seleksi kandidat sering terjadi di saat penghujung masa pendaftaran.

"Pertemuan ini tentu menguatkan ikatan silaturahmi satu sama lain," katanya lagi.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menyatakan, pihaknya siap membuka ruang dengan seluruh partai, termasuk PKS, karena sejauh ini tidak ada satu pun parpol di Sulsel yang bisa mengusung calonnya sendiri.

"Memang harus berkoalisi dua partai, misalnya Gerindra dan PKS untuk mencukupkan usungan. Kami pun tetap terbuka dengan parpol lain untuk berkoalisi selama visi misinya sejalan," katanya.

Anggota DPR RI ini menyatakan, silaturahmi bukan sebatas ajakan saja, tapi bagaimana hubungan Gerindra dan PKS harus dibangun sama-sama karena memiliki kepentingan ke depan, melihat begitu banyak agenda politik pada tahun 2024 secara serentak.

"Kalau bersama PKS saja kami sudah bisa memenuhi kuota, kebutuhan mengusung baik di provinsi maupun kabupaten dan kota di Sulsel. Tentu ini dapat kami kembangkan, sebab agenda politik nanti digelar bersamaan," katanya pula.

Pria yang akrab disapa AIA ini menuturkan, apabila Gerindra bisa berkoalisi pada pelaksanaan pemilihan presiden, pilkada tingkat provinsi hingga kabupaten kota yang berlangsung serentak, maka potensi kemenangan sangat berpeluang.

"Kenapa tidak (berkoalisi pemilu serentak, Red), karena hubungan ini bukan hanya tingkat nasional saja, tetapi kami berharap dapat berkoalisi sampai tingkat bawah," kata politisi Partai Gerindra itu lagi.
Baca juga: Presiden PKS temui Prabowo di markas Partai Gerindra sepakat jaga NKRI
Baca juga: Babak baru Jakarta
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021