Lapan berharap "space agency" semakin kuat dalam konsolidasi ke BRIN

Lapan berharap

Arsip foto. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menaiki Dadali, drone tanpa awak untuk mengangkut manusia, Jakarta, Selasa (24/9/2019). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin berharap konsolidasi Lapan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membuat space agency atau penyelenggaraan terkait keantariksaan semakin kuat.

"Kekhawatiran yang sempat mengemuka di media-media seolah-olah Lapan sebagai space agency akan bubar, itu tidak. Jadi Lapan sebagai space agency tetap ada eksistensinya tetapi dikonsolidasikan oleh BRIN," kata Thomas dalam Focus Group Discussion (FGD) "Indonesian Space Agency Pasca Pembentukan BRIN", Jakarta, Senin.

Thomas menuturkan tidak ada peleburan, melainkan konsolidasi Lapan ke BRIN. Konsolidasi itu sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada.

Dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 33 tahun 2021 Tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (Perpres BRIN) oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2021, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan secara bertahap diintegrasikan ke dalam BRIN sebagai Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL) bersama dengan tiga lembaga lain yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Thomas mengatakan Lapan sudah bertindak selaku lembaga penyelenggara keantariksaan (space agency) sekian lama dan tentu saja dengan keberadaan BRIN, maka BRIN yang nanti akan bertindak sebagai lembaga penyelenggara keantariksaan seperti yang dimaksud dalam Undang-undang Keantariksaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya, BRIN mendelegasikan kewenangan terkait dengan penyelenggaraan keantariksaan kepada Lapan.

Baca juga: BRIN sebut Lapan jadi OPL yang mengurusi keantariksaan di dalam BRIN
Baca juga: Lapan: LPNK tidak dilebur ke BRIN


Meskipun Lapan diintegrasikan ke dalam BRIN, Thomas menuturkan layanan-layanan yang ada di Lapan selama ini tetap ada seperti layanan data penginderaan jauh yang diperlukan kementerian/lembaga.

"Dengan adanya keberadaan BRIN itu tidak diubah tetapi diintegrasikan artinya semua layanan dan semua kegiatan itu tetap ada," ujarnya.

Thomas juga mengusulkan agar nama Lapan tetap dipertahankan karena sudah dikenal secara internasional.

Baca juga: BRIN didorong jadi motor pengungkit ekosistem riset berstandar global
Baca juga: BPIP:BRIN lembaga "super body" integrasi litbangjirap K/L dan daerah
Baca juga: BRIN dorong peningkatan kapasitas RI untuk riset kedirgantaraan

 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021