DPR minta pemerintah permudah akses literasi masyarakat

DPR minta pemerintah permudah akses literasi masyarakat

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. ANTARA/dokumentasi pribadi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mempermudah akses literasi masyarakat karena masih banyak warga yang kesulitan mengakses buku.

"Masyarakat kita, terutama di daerah, masih sulit untuk mengakses buku. Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempermudah agar masyarakat minat bacanya bisa meningkat," kata Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dasco Ahmad mengemukakan hal itu terkait dengan peringatan Hari Buku Nasional setiap tanggal 17 Mei. Namun, UNESCO pernah merilis bahwa tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, artinya dari 1.000 orang hanya 1 yang minat membacanya baik.

Dalam riset bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity (CCSU) pada bulan Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Baca juga: Hari Buku Nasional, Firli: Baca buku dapat bentuk karakter-integritas

Meskipun saat ini sarana membaca sudah banyak mengalami migrasi dari buku ke internet atau e-book, kata Dasco, hal tersebut terbentur dengan akses serta kemampuan masyarakat.

"Banyak cara untuk mempermudah literasi. Hapus pajak buku agar lebih murah, perbanyak perpustakaan bila perlu hingga tiap desa. Makin mudah akses, makin tinggi juga minat literasi publik. Pada dasarnya masyarakat kita rasa ingin tahunya cukup besar," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu mengajak semua elemen masyarakat pada momen Hari Buku Nasional terus meningkatkan minat membaca sehingga indeks pembangunan manusia Indonesia dapat meningkat.

Menurut Dasco, makin cerdas rakyatnya, makin maju negaranya sehingga pemerintah harus berusaha meningkatkan minat membaca publik karena salah satu mandat undang-undang adalah mencerdaskan anak bangsa.

Baca juga: FJPI bagi buku kepada anak-anak Papua

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021