Akademisi: Silaturahmi virtual upaya realistis di tengah pandemi

Akademisi: Silaturahmi virtual upaya realistis di tengah pandemi

Akademisi IAIN Purwokerto Muridan. ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Jawa Tengah Muridan mengatakan silaturahmi secara virtual merupakan upaya yang paling realistis yang dapat dilakukan di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Era pandemi yang belum berakhir hingga sekarang ini mengharuskan kita untuk mengalihkan silaturahmi secara konvensional ke virtual khususnya saat Idul Fitri," katanya di Purwokerto, Kamis.

Menurut Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto itu, jika masyarakat memaksakan untuk melakukan silaturahmi secara konvensional atau tatap muka maka dikhawatirkan akan ada transmisi baru COVID-19 dari satu individu kepada individu atau kelompok masyarakat yang lain.

Dengan demikian, menurut dia, silaturahmi secara virtual menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Silaturahmi akan tetap berlangsung khidmat walaupun secara virtual dan tidak bertatap muka secara langsung, esensi dari silaturahmi juga tidak akan luntur meskipun hanya dilakukan secara virtual," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa Idul Fitri 2021 merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19.

Baca juga: Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual

Baca juga: Silaturahmi virtual tidak kurangi berkah Lebaran. sebut PCNU Banyumas


"Terlebih lagi ini merupakan era disrupsi yang ditandai dengan kecepatan informasi melalui teknologi. Sudah saatnya kita menyesuaikan dengan era ini terutama saat pandemi," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa banyak pilihan media sosial yang dapat dipergunakan untuk kegiatan silaturahmi.

"Dengan demikian maka diharapkan tidak akan ada kerumunan dan pada akhirnya akan mengurangi potensi penularan COVID-19," katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat harus belajar dari kasus di India di mana terjadi peningkatan kasus COVID-19.

"Karenanya mari bersama-sama sayangi orang tua, saudara-saudara, tetangga dan seluruh masyarakat, jangan sampai mereka terpapar," katanya.

Dia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu ikhtiar mencegah penyebaran COVID-19.

"Mari bersama-sama melakukan ikhtiar mencegah penyebaran COVID-19 dengan disiplin pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak," katanya.

Baca juga: Mereka yang berlebaran di perantauan jauh dari keluarga

Baca juga: Pemda DIY dorong silaturahmi virtual gantikan mudik
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021