Polisi siapkan 77 pospam di tempat wisata hingga pusat ekonomi

Polisi siapkan 77 pospam di tempat wisata hingga pusat ekonomi

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono (tengah) berbincang dengan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo (kanan) saat meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat di cek poin Gerbang Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). ANTARA/HO-NTMC Polri/pri.

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah menyiapkan 77 pos pengamanan (pospam) di berbagai tempat wisata serta pusat ekonomi di Jakarta selama gelaran Operasi Ketupat Jaya 2021 pada 6-17 Mei 2021.

"Ada 77 pos pengamanan, terutama untuk kegiatan-kegiatan yang ada di lokasi rekreasi, mal, pasar, pusat perekonomian. Itu akan kami lakukan kegiatan pengamanan," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Marsudianto mengatakan 77 pos tersebut disiapkan setelah pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik sehingga warga Ibu Kota akan merayakan Idul Fitri di Jakarta.

Pospam itu bertujuan untuk memantau penerapan protokol kesehatan di pusat ekonomi seperti mal dan pasar maupun tempat wisata.

"Masyarakat tidak ada yang mudik, tetap tinggal di Jakarta. Masyarakat yang masih beraktivitas di kota Jakarta mereka tetap dalam kondisi yang sehat, namun juga dijamin keamanannya," tambahnya.

Baca juga: Empat ribu lebih personel disiapkan untuk Operasi Ketupat Jaya 2021

Marsudianto mengatakan pihaknya akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan di tempat keramaian tersebut. Namun, bukan terhadap masyarakat melainkan penyelenggara.

"Misalnya seperti ada di pantai indah kapuk, ada kegiatan barongsai atau seperti kemarin di Jakarta Selatan ada kegiatan festival musik, nanti tentunya penyelenggaranya yang akan kami minta keterangan, mengapa seperti itu, tidak menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Namun, dia belum menyebut sanksi yang bisa dikenakan kepada penyelenggara seperti ancaman penutupan terhadap tempat wisata dan pusat perbelanjaan.

"(Sanksi) disesuaikan nanti ya, kami tidak tentukan sanksinya apa, aturannya sudah ada itu," pungkasnya.

Sebanyak 4.276 personel gabungan Polda Metro Jaya-Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI akan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2021 yang akan digelar Polda Metro Jaya pada 6 - 17 Mei 2021.

Baca juga: Dishub DKI tetapkan 31 titik penyekatan saat pelarangan mudik

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap menggelar Operasi Ketupat 2021 dari 6 hingga 17 Mei, guna menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah di masa pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan, dalam Operasi Ketupat ini Polri melalui Korlantas Polri menyiapkan 333 titik penyekatan untuk mengantisipasi mudik lebaran.

"333 titik penyekatan telah disiapkan dan tersebar sepanjang wilayah dari Lampung hingga Bali," kata Ramadhan.

Ia menjelaskan, 333 titik penyekatan itu merupakan titik-titik "check point" yang disiapkan oleh aparat kepolisian yang tersebar di beberapa perbatasan provinsi dan perbatasan kabupaten.

"Juga di titik-titik penyekatan di jalan arteri ataupun di jalan tol," ujarnya.

Baca juga: H-2 pengetatan mudik, Tol Jakarta-Cikampek masih ramai lancar

 
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021