Polda Jatim siagakan 1.999 personel amankan Hari Buruh di Surabaya

Polda Jatim siagakan 1.999 personel amankan Hari Buruh di Surabaya

Foto Dok - Personel kepolisian melakukan pengamanan unjuk rasa buruh menolak UU Cipta Kerja atau "Omnibus Law" di Jawa Timur pada 2020. ANTARA Jatim/Syaiful Arif/Zk

Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiagakan sebanyak 1.999 personel untuk mengamankan aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau “May Day” di Surabaya.

"Jumlah personel yang dilibatkan ada 1.999 personel. Mereka difokuskan menjaga sejumlah objek vital yang ada di Kota Surabaya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu.

Pengamanan Hari Buruh Internasional difokuskan di sejumlah tempat seperti di Kantor Gubernur Jawa Timur, kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Gedung Negara Grahadi dan Gedung DPRD Jatim.

Untuk estimasi massa yang hadir, Gatot mengatakan tidak banyak karena peringatan “May Day” ini dilakukan dengan sejumlah acara virtual hingga diskusi.

"Karena dari teman-teman yang melakukan kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk virtual, dan ada juga yang bentuknya diskusi. Sedangkan untuk deklarasi itu hanya ada di Disnakertrans nanti," kata dia.

Personel juga akan melakukan penyekatan di beberapa titik. Karena, saat ini masih dalam masa pandemik COVID-19. Gatot tak ingin adanya aksi ini akan menambah kasus baru.

Baca juga: Pengusaha harap Hari Buruh diisi kegiatan tingkatkan kapasitas pekerja

Baca juga: Peserta aksi buruh ikuti tes usap antigen


"Kemudian, kita-kita masih melaksanakan ibadah puasa. Ada beberapa lokasi yang disekat untuk menghindari adanya kerumunan," ucap perwira menengah Polri tersebut.

Di kesempatan sama, Gatot mengingatkan para buruh senantiasa menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan agar perayaan Hari Buruh bisa berjalan dengan baik.

"Laksanakan kegiatan ini dengan baik, menaati protokol kesehatan, kemudian selesai kegiatan bisa kembali dengan baik. Intinya itu saja," tutur dia.

Sementara itu, pada tahun ini merupakan kali kedua Hari Buruh Internasional diperingati di tengah pandemik COVID-19.

Bahkan, pada tahun 2020, tak ada elemen buruh yang menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk pencegahan penularan COVID-19 yang terjadi di Indonesia.

Apalagi saat itu di Surabaya Raya, yakni di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Para buruh memilih aksi melalui media sosial, termasuk melakukan bakti sosial.

Baca juga: Ketua DPR pastikan parlemen konsisten perjuangkan kepentingan buruh
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021