Pasien COVID-19 RSUD Tamiang Layang-Kalteng dominan bergejala berat

Pasien COVID-19 RSUD Tamiang Layang-Kalteng dominan bergejala berat

Direktur RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dr Vinny Safari Djala. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Tamiang Layang, Kalteng (ANTARA) - Direktur RSUD Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dr Vinny Safari Djala menyatakan bahwa pasien COVID-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat sebagian besar sudah bergejala berat.

“Untuk itu, masyarakat diimbau agar segera mengecek kesehatannya jika bergejala COVID-19,” katanya d di Tamiang Layang, Rabu.

Tujuan segera melaporkan diri ke pusat kesehatan terdekat, kata dia, agar bisa mengikuti tes COVID-19 dan jika terpapar, baik parah atau tidak, agar selanjutnya bisa segera mendapat penanganan.

Kondisi itu, kata dia, karena setiap orang memiliki respon berbeda terhadap COVID-19. Karenanya, masyarakat harus mengetahui ciri-ciri gejala terpapar COVID-19 seperti mengalami gejala umum, tidak sedikit umum dan serius.

Ia menjelaskan gejala umum yakni demam, batuk kering, dan kelelahan. ejala yang tidak sedikit umum yakni rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki.

Sedangkan gejala serius yakni kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak.

Pasien COVID-19 yang mendapat penanganan dokter juga memiliki kategori berbeda, yakni gejala ringan atau bisa disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). Pasien COVID-19 gejala sedang yakni pasien yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) seperti hipertensi.

Sementara untuk pasien COVID-19 dengan gejala berat, yakni pasien yang harus mendapatkan perawatan intensif karena yang dialaminya yakni gejala serius seperti susah bernapas, nyeri dada dan lainnya.

Dalam penanganan dokter terhadap pasien COVID-19 dengan gejala berbeda, baik yang bergejala ringan, sedang, maupun berat, akan diberikan jenis obat yang berbeda.

“Saat ini pasien COVID-19 yang banyak masuk RSUD Tamiang Layang kondisinya sudah parah atau gejala berat, ini karena tanpa disadari sudah lama terpapar COVID-19,” katanya.

Masyarakat yang bergejala COVID-19 diharapkan tidak menahan diri untuk memeriksakan kesehatannya. Melaporkan lebih awal akan mendapatkan penanganan yang lebih cepat
.
“Dengan adanya penanganan awal, maka infeksius COVID-19 bisa ditekan dan tidak berakibat parah” katanya.

Menurut dia jika dibiarkan karena menahan diri akibatnya bisa fatal, karena infeksi COVID-19 bisa menyebar dengan cepat dan bisa menyebabkan kematian.

Tenaga kesehatan RSUD Tamiang Layang, katanya, saat ini terus bekerja optimal merawat pasien COVID-19 bergejala berat yang dirawat di ruang isolasi A. Karena bergejala berat, kesembuhan pasien dari COVID-19 membutuhkan waktu yang cukup lama.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas, demikian Vinny Safari Djala.

Baca juga: Karyawan keracunan makanan dirawat di RSUD Tamiang Layang

Baca juga: Tiga daerah di Kalteng zona merah COVID-19, sebut satgas

Baca juga: Gugus Tugas: Ketua Bawaslu Barito Timur positif COVID-19

Baca juga: Ketua dan seorang Komisioner KPU Barito Timur positif COVID-19
Pewarta : Rachmat Hidayat/Habibullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021