BPBD Lebak: Warga korban bencana alam pasti direlokasi

BPBD Lebak: Warga korban bencana alam pasti direlokasi

Warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Lebak,Banten hingga kini menempati hunian sementara atau huntara karena pemerintah belum melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam.

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyatakan warga korban bencana alam di Kecamatan Lebak Gedong yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) pasti akan direlokasi.

"Kami hingga kini masih mencari lahan untuk relokasi warga korban bencana alam khususnya di wilayah Kecamatan Lebak Gedong," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Pebby Rizky Pratama di Lebak, Jumat.

Masyarakat yang terdampak bencana alam tanggal 1 Januari 2020 terparah di perkampungan di wilayah Kecamatan Lebak Gedong, yakni hingga menimbulkan korban jiwa.

Selain itu juga ratusan kepala keluarga mengungsi ke berbagai lokasi hingga menempati huntara.

Baca juga: Puluhan rumah warga kebanjiran di Lebak

Baca juga: Warga Lebak korban bencana alam butuh bantuan sembako


Pemerintah daerah kini kesulitan mencari lahan relokasi yang terbebas dari ancaman bencana alam untuk warga yang tinggal di huntara Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong.

Penyebabnya, lokasi di wilayah Kecamatan Lebak gedong umumnya rawan bencana banjir dan longsor.

"Kami minta warga korban bencana alam yang tinggal di huntara Cigobang agar bersabar dan dipastikan tahun ini juga bisa direalisasikan hunian tetap (Huntap)," katanya.

Pemerintah daerah menargetkan tahun 2021 warga yang terdampak bencana alam yang tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira dan Curugbitung dapat direlokasi ke tempat yang aman dan nyaman.

Mereka yang terdampak bencana alam akan mendapat bantuan huntap sebanyak 378 unit rumah.

Pemerintah daerah akan menyediakan lahannya, sedangkan pemerintah pusat bentuk fisik dengan sarana lainnya.

"Kami terus menjalin kerja sama dengan BNPB guna merealisasikan rumah huntap itu," katanya.

Sementara itu, Iyan (60), tokoh masyarakat di lingkungan Huntara I Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, mengatakan warganya setahun lebih menempati gubuk-gubuk tenda huntara dengan kondisi tidak layak huni juga acap bocor di musim hujan.

Gubuk huntara itu memiliki ruangan sekitar 4×4 meter, terpaksa tidur bersamaan dengan istri dan anak-anak hingga saling berdesakan dalam ruangan sempit itu.

Warga yang menempati gubuk di Blok Huntara I sekitar 86 kepala keluarga (KK) Cigobang Kecamatan Lebak Gedong terkadang mengalami gangguan kesehatan lingkungan.

"Kami berharap pemerintah secepatnya bisa merealisasikan huntap agar hidup lebih aman dan nyaman serta sehat dan layak huni itu," katanya menjelaskan.*

Baca juga: BPBD Lebak siagakan tujuh perahu untuk evakuasi bencana banjir

Baca juga: BPBD Lebak optimalkan posko utama 24 jam hadapi potensi bencana
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021