Pemprov Kepri benarkan satu kasus varian corona B1525 di Batam

Pemprov Kepri benarkan satu kasus varian corona B1525 di Batam

Sosialisasi COVID-19 di Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membenarkan adanya satu kasus varian Corona B1525 di Kota Batam yang diderita seorang pekerja migran Indonesia yang pulang dari Malaysia.

"Sesuai keterangan dari Balitbangkes, memang B1525 sudah masuk ke Batam, Kepulauan Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mohammad Bisri melalui sambungan telepon di Batam, Kepri, Kamis.

PMI yang menderita varian baru corona itu tidak memiliki gejala, dan saat ini sudah dinyatakan sehat. "Saat ini sudah sehat, sudah pulang karena memang langsung isolasi," kata dia.

Pihaknya juga sudah melakukan penelusuran terhadap orang melakukan kontak erat dengan PMI tersebut. Dan hasilnya tidak ada yang tertular.

PMI itu juga menjalani isolasi di Rumah Susun di Batam, agar tidak menularkan virus ke orang lain. "Soalnya ini sama aja dengan varian yang sebelumnya cuma ditengarai lebih menular. Bisa tanpa gejala," kata dia.

Baca juga: Satgas imbau publik tidak panik varian baru COVID-19 E484K

Baca juga: Riset: Sel T dari infeksi COVID-19 merespons varian baru corona


Ia mengatakan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kota Batam secara rutin mengirimkan sampel ke Jakarta untuk mendeteksi varian baru, kemudian hasilnya terkonfirmasi kasus tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BTKLPP Batam Ismail membenarkan adanya kasus Varian Corona B1525 di Batam di Batam.

"Benar, berdasarkan sampel dari BTKLPP yang dilakukan 'sekuensing' oleh Litbang," kaya dia.

Pihaknya mengirimkan sampel dari warga yang dinyatakan postif ke litbang untuk dilakukan pemantauan mutu eksternal (PME) secara rutin.

"Ternyata benar hasil pemeriksaan di laboratorium kita sama dengan hasil Litbang," kata dia.

Baca juga: Pemprov Kepri minta masyarakat waspadai varian baru COVID-19

Baca juga: Varian baru COVID-19 ditemukan di Batam Kepri

 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021