Ziarah Ramadhan jadi ladang rezeki anak penyiram makam

Ziarah Ramadhan jadi ladang rezeki anak penyiram makam

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadhan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta, Minggu (11/4/2021). ANTARA/Devi Nindy/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ziarah Ramadhan tahun ini kembali menjadi ladang rezeki bagi anak-anak yang tinggal di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, sebagai penyiram makam.

Ramainya peziarah yang berkunjung di TPU Tegal Alur menjelang bulan Ramadhan tahun ini membawa kesenangan bagi Fadli, bersama teman-temannya.

“Kalau tahun lalu sepi, enggak dibolehin emak ke sini, tahun lalu pas disini banyak yang makamin orang kena COVID-19,” ujar warga Kampung Prepedan, Kalideres tersebut, Minggu sore.

Baca juga: TPU Pondok Kelapa ramai didatangi peziarah jelang Ramadhan

Baca juga: Pedagang bunga TPU Pondok Kelapa raup untung


Fadli mengatakan kegiatan menyiram makam saat ramai ziarah makam pada bulan Ramadhan sudah menjadi kegiatan musimannya. Biasanya setelah pulang sekolah, dia dan teman-temannya bergegas menuju makam dan bersiap dengan alat penyiram tanamannya.

Hal itu dia lakukan dari seminggu sebelum puncak musim ziarah Ramadhan. Fadli dan teman-temannya berputar-putar sekitar TPU Tegal Alur, menunggu dipanggil keluarga yang ingin makam keluarganya disiram.

Menjadi penyiram makam telah dia lakukan sejak tahun 2018. Namun, hal itu terasa berbeda di tahun 2020, saat kasus COVID-19 meningkat. “Ya sedih sih tahun lalu. Pas lihat makam sepi, ya balik pulang lagi deh,” katanya.

Senada dengan Fadli, rekannya yang bernama Tri merasakan hal yang sama. Namun, ia mengaku di tahun ini kembali bersemangat, lantaran banyak peziarah datang ke pemakaman.

“Sekarang senang rasanya, jadi semangat lagi, karena banyak orang,” kata dia.

Tri mengatakan sejak awal pandemi COVID-19, dia takut untuk pergi ke TPU Tegal Alur, dimana tempat pemakaman tersebut dikhususkan untuk makam jenazah COVID-19.

Setelah beberapa lama petugas makam tidak membuka lahan untuk pemakaman COVID-19 lagi, Tri mengaku sudah tidak takut lagi berkegiatan di pemakaman.

Baca juga: Wali Kota Bogor: Bangsa butuhkan pahlawan pemersatu

Dalam sehari, Tri dan teman-temannya mendapat penghasilan sekitar Rp100.000-300.000. Tri mengaku tidak mematok harga, hanya seikhlasnya dari para peziarah. Hal itu dilakukannya semata-mata untuk mengisi waktu senggang dan berburu peluang bisa mencari uang untuk ditabung.

Namun Tri dan Fadli mengaku lupa membawa masker saat berkegiatan, lantaran pengunjung makam yang berziarah membeludak di Minggu sore. “Iya lupa, soalnya masih dekat dari rumah. Yang datang enggak kayak biasanya,” ujar Tri.

Beruntung, pengunjung yang datang sangat mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat memasuki area pemakaman.
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadhan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta, Minggu (11/4/2021). ANTARA/Devi Nindy/aa.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021