Lebarkan sayap ke pasar internasional, Tugure gelar pelatihan reasuransi

Lebarkan sayap ke pasar internasional, Tugure gelar pelatihan reasuransi

Para peserta Treaty Retrosession Training berfoto bersama. ANTARA.

Bogor (ANTARA) -- Dalam rangka mengembangkan jaringan bisnis ke pasar internasional, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyelenggarakan pelatihan Treaty Reinsurance dengan menggandeng perusahaan induk, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), dan menghadirkan mentor dari broker reasuransi internasional ternama, Aon Benfield.

Digelar di Bogor pada 8-9 April 2020, pelatihan ini dirancang untuk membekali pengetahuan dan kemampuan bagi tim underwriter Tugure dan Tugu Insurance untuk mulai menggencarkan laju inward business ke luar negeri; dengan mekanisme reasuransi dan retrosesi.

Direktur Teknik Tugure Fadlil Iswahyudi mengatakan, perusahaan reasuransi tak hanya memerlukan diversifikasi dari sisi produk saja tapi juga dalam cakupan sebaran geografisnya, sehingga eksposur tidak hanya terpusat di Indonesia, namun juga tersebar di belahan dunia lainnya.

"Hal ini dilakukan untuk balancing portfolio sebagai contoh bila ada klaim dari belahan dunia bagian utara, premi dari belahan bumi bagian selatan mencukupi untuk membayarnya. Artinya, diharapkan nantinya kami akan siap mengcover klaim dengan diversifikasi yang ada," paparnya saat ditemui di lokasi.

Secara garis besar, retrosesi adalah pelimpahan risiko dari satu perusahaan reasuransi ke reasuransi, yang biasanya di luar negeri. Sama halnya dengan prinsip perusahaan asuransi yang melimpahkan risikonya kepada reasuradur, retrosesi pun bertujuan untuk mengurangi potensi beban klaim yang akan muncul.

Pemerkuatan kapabilitas reasuransi untuk luar negeri ini, lanjut Fadlil, akan memainkan peran fundamental dalam mewujudkan visi Tugure sebagai reasuradur dengan kapasitas regional di Asean pada 2024.

"Kita mulai dari porsi kecil dulu, mempelajari perilaku di masing-masing pasar, untuk kemudian kita kaji sebagai dasar strategi bisnis kita ke depannya," tambahnya.

Lebih lanjut, Fadlil memaparkan, saat ini pihaknya pun tengah berfokus pada perolehan rating internasional dari A.M. Best. Hal ini akan memuluskan Tugure untuk memperoleh bisnis dengan risiko yang terukur. Untuk tahap ini, Tugure bersinergi dengan perusahaan induk, Tugu Insurance dalam mencari prospek inward business di luar negeri. "Dengan bersinergi bersama Tugu Insurance yang mempunyai rating internasional A- dari A.M. Best, maka kami berada pada posisi yang bagus untuk bisa mendapatkan bisnis luar negeri dengan risiko yang wajar dan terukur guna diversifikasi ke depannya, pungkasnya.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2021