Desa terisolir di Mamuju mulai dilintasi roda dua

Desa terisolir di Mamuju mulai dilintasi roda dua

Sebanyak 300 orang warga Desa Bela dan Kopeang melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsor yang terletak pada 27 titik dan menutup jalan dibantu alat berat pemerintah di Mamuju, (23/03/2021). ANTARA/M Faisal Hanapi.

Mamuju (ANTARA) - Desa terisolir di kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mulai dapat dilintasi kendaraan roda dua.

Pendamping desa Bela Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, Irsan di Mamuju, Selasa, mengatakan Desa Kopeang dan Desa Bela Kecamatan Tapalang, yang terisolir akibat longsor menutup jalan setelah gempa terjadi di Mamuju, mulai dilintasi kendaraan roda dua.

Meskipun akses jalan masih terhalang pohon besar yang tumbang di beberapa titik, namun kendaraan roda dua sudah dapat melintas.

"Kami melalui jalan di Desa Bela dengan dihalangi pohon tumbang yang bisa kami singkirkan agar tidak menghalangi jalan, begitu juga longsor sudah bisa disingkirkan setelah warga melakukan kerja bakti," katanya.

Baca juga: Satgas Gempa Sulbar: Penanganan pengungsi sudah berjalan baik

Baca juga: Parigi Moutong kirim logistik ke lima desa terisolir di Sulbar


Menurut dia, sebelumnya sebanyak 300 orang warga Desa Bela dan Kopeang melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsor yang terletak pada 27 titik dan menutup jalan dibantu alat berat pemerintah.

Desa Bela dan Kopeang terisolir akibat gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021, dan mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Akibatnya, Desa Bela dan Kopeang sulit diakses sehingga daerah itu menjadi terisolir.

Bupati kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan, Pemerintah di Mamuju tetap memberikan perhatian dan membangun kembali fasilitas pelayanan yang dirusak gempa pada dua wilayah itu.

Desa Bela dan Kopeang terletak di pegunungan Mamuju sekitar 35 kilometer dari jalur trans Sulawesi kecamatan Tapalang, akan diperhatikan agar dapat diakses seperti sedia kala.

Pemerintah di Mamuju memberikan bantuan logistik dengan menggunakan pesawat helikopter untuk masyarakat daerah itu, agar terbantu memenuhi kebutuhan hidupnya selama wilayahnya terisolir.

"Kami prihatin melihat kondisi masyarakat yang terisolir dan rumahnya dirusak gempa, setelah kunjungan kami, kami akan kesana lagi memberikan perhatian kepada masyarakat," ujarnya.*

Baca juga: Enam desa terisolir di Majene rusak parah dan belum tersentuh bantuan
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021