Pencerah Nusantara COVID-19 catatkan tingkat pelacakan dua kali lipat

Pencerah Nusantara COVID-19 catatkan tingkat pelacakan dua kali lipat

Pemaparan hasil kerja tenaga kesehatan muda Pencerah Nusantara COVID-19 oleh Pendiri Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) sekaligus Inisiator Pencerah Nusantara Diah Saminarsih di webinar Penutupan Pencerah Nusantara COVID-19 Jakarta, Jumat (12/3/2021). (Antara/Tangkapan layar seminar web Penutupan Pencerah Nusantara COVID-19)

Jakarta (ANTARA) - Tenaga kesehatan muda yang tergabung dalam Pencerah Nusantara COVID-19 mencatatkan tingkat pelacakan pasien dua kali lipat di Kota Jakarta Utara dan Bandung, yang dianggap sebagai episentrum penyebaran Sars-CoV-2.
 

Inisiator Pencerah Nusantara, Diah Saminarsih di Jakarta, Jumat mengatakan, tingkat pelacakan yang naik dua kali lipat itu terlihat setelah 13 nakes muda tersebut terjun langsung dengan tugas intervensi kesehatan di delapan puskesmas selama delapan bulan sejak Juni 2020.
 

"Dampak apa spesifiknya, Pencerah Nusantara COVID-19 meningkatkan pelacakan kasus dua kali lipat, meningkatkan jumlah tes sebesar 12 persen untuk Kota Bandung dan 32 persen untuk Jakarta Utara," katanya.
 

Diah memaparkan nakes muda profesional tersebut membuat rata-rata pelacakan kontak per bulan di Bandung yang awalnya 130 kontak menjadi 271 kontak. Sedangkan di Jakarta Utara, dari 134 kontak menjadi 315 kontak.

Baca juga: Pencerah Nusantara buktikan tingkatkan kesehatan primer di Indonesia
 

Adapun nakes muda Pencerah Nusantara COVID-19 tersebut telah melatih sebanyak 313 kader kesehatan hingga mampu melakukan surveilans berbasis masyarakat, membangun kesiapan komunitas, promosi kesehatan dan pemantauan pada pasien isolasi mandiri.

Selain itu, nakes muda tersebut melakukan pelatihan dan pendampingan pada 251 tenaga survelians puskesmas, kader dan tracer BNPB.
 

"Juga memastikan edukasi kesehatan pada 11.275 warga seputar pencegahan dan penanggulangan COVID-19," kata Diah yang juga Pendiri Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI).
 

Diah mengatakan di masa pandemi COVID-19, para nakes muda Pencerah Nusantara telah mencatatkan 189.844 penerima manfaat hanya dalam waktu delapan bulan.
 

Khususnya pada Pencerah Nusantara COVID-19, nakes muda tak hanya bertugas untuk transformasi layanan Puskesmas di daerah tertinggal, namun membuat seluruh wilayah yang dilayaninya memiliki kesiapsiagaan dalam kegawatdaruratan kesehatan.

Baca juga: Gandeng anak muda aktif berkegiatan positif
 

Di kesempatan yang sama , Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI Saraswati menilai kegiatan Pencerah Nusantara COVID-19 memberikan harapan yang baik, dan mendukung program tersebut.
 

Saraswati berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kajian analisis di tingkat pemerintahan pusat, kemudian mempercepat langkah tracing dan testing demi terbantunya penanggulangan masalah kesehatan di Indonesia.
 

"Harapan ini baik sekali, kalau yang dilakukan di Jabar dan Jakarta dapat direplikasi ke kondisi puskesmas lain dengan menggaet kader," ujar dia.

Baca juga: Tekan kematian, pemerintah perkuat "tracing" kasus COVID-19
Baca juga: Menkes ingin strategi 3T digencarkan, kurangi laju penularan COVID-19

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021