Kowani: Perempuan Indonesia harus merdeka melaksanakan darma

Kowani: Perempuan Indonesia harus merdeka melaksanakan darma

Seniman yang tergabung dalam Kelompok Anak Rakyat (Lokra) membawakan tarian mengenang Inggit Garnasih di Bantaran Sungai Cikapundung, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian awal dari Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih ke-7 yang bertujuan untuk mengenang serta menyosialisasikan peran dan jasa mantan istri Presiden Sukarno dalam persepektif perempuan di Indonesia. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan perempuan Indonesia harus merdeka dalam melaksanakan darma atau tugasnya.

“Perempuan Indonesia haruslah menjadi pribadi yang merdeka melaksanakan darma,” ujar Giwo di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) yang diperingati 8 Maret, di seluruh dunia menjadi momentum penting bagi perempuan Indonesia.

Tema IWD pada 2021 mengusung tema “Choose To Challenge”. Tema tersebut, lanjut Giwo, seakan meneguhkan konsistensi perjuangan kaum perempuan dalam menyuarakan kesetaraan gender.

Baca juga: Ini pesan inspiratif dari tiga "perempuan keren" Indonesia

“Pose mengangkat satu tangan tinggi-tinggi menjadi simbol komitmen perempuan menantang setiap bentuk ketidaksetaraan, bias gender, dan membantu membentuk dunia yang inklusif,” terang dia.

Giwo menjelaskan Kowani sebagai sebuah wadah federasi beranggotakan hampir 100 organisasi wanita di Indonesia, secara konsisten terus mengupayakan kesetaraan gender.

Selain itu, terus mendorong perempuan Indonesia sebagai “Ibu Bangsa” untuk dapat berperan aktif, baik di ruang domestik sebagai “guru” utama bagi generasi penerus bangsa, juga di ruang publik guna eksis dan mampu berkarya bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Baca juga: Doni Monardo: Terima kasih ibu dan perempuan hebat Indonesia

Baca juga: Kowani: Promosi perkawinan anak melanggar undang-undang

Giwo menjelaskan Kowani melalui berbagai kesempatan secara aktif mendorong perempuan Indonesia untuk maju dan berkarya dalam berbagai bidang.

“Saat ini, dunia telah memasuki era 5.0. Perempuan Indonesia pun harus siap menjawab tantangan zaman dalam masyarakat 5.0,” kata dia.

Menurut Giwo, meski tantangan masih dihadapi oleh perempuan Indonesia, baik diskriminasi maupun tindak kekerasan, namun jangan menyurutkan spirit kaum perempuan untuk maju dan bangkit menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang demikian pesat.

"Hari Perempuan Internasional menjadi momen yang mana kita melakukan refleksi serta meneguhkan harapan bagi perempuan Indonesia untuk bergerak maju. Saatnya perempuan Indonesia menunjukkan kemampuan dan jati dirinya sebagai Ibu Bangsa yang produktif, inovatif, kreatif dan inklusif,” imbuh dia.

Baca juga: Kowani : Masyarakat taati protokol kesehatan meski sudah ada vaksin

Baca juga: Kowani: Hari Ibu bukan "Mother's Day"

 

Pewarta : Indriani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021