Kimia Farma turunkan target impor bahan baku obat hingga 23 persen

Kimia Farma turunkan target impor bahan baku obat hingga 23 persen

Logo Kimia Farma. ANTARA/HO-www.bumn.go.id.

Jakarta (ANTARA) - Anak usaha holding BUMN farmasi, PT Kimia Farma Tbk menargetkan penurunan impor bahan baku obat (BBO) hingga sekitar 23 persen pada 2024 mendatang.

"Kimia Farma sudah membangun fasilitas produksi BBO yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dan sudah memiliki sertifikasi Cara Pembuatan Bahan Baku Obat yang Baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Kita harapkan akan menurunkan impor BBO hingga sekitar 23 persen di tahun 2024 dengan terus melakukan pengembangan BBO lainnya," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan pengembangan BBO dilakukan sesuai dengan prioritas kebutuhan nasional dimana sampai tahun 2020 telah berhasil memproduksi sembilan item BBO di tahun 2020.

Selain sertifikasi dari Badan POM RI, lanjut dia, dilakukan juga sertifikasi halal atas produk BBO dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengantisipasi implementasi UU 33 / 2014 Tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal.

Ia menambahkan dalam pengembangan BBO, perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan yaitu Sung Wun Pharmacopia Co. Ltd.

"Perusahaan asal Korea Selatan itu memiliki kapabilitas riset pengembangan BBO serta memberikan kesempatan bagi para SDM kami untuk memperoleh transfer knowledge dan transfer teknologi dalam pengembangan dan produksi BBO," kata Verdi.

Dalam mewujudkan kemandirian BBO dalam negeri, lanjut dia, tentunya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi mengingat industri BBO di Indonesia bisa terbilang baru dan masih belum banyak industri yang mengembangkan industri BBO.

Ia menyampaikan beberapa tantangan yang harus dihadapi industri BBO di Indonesia antara lain dari aspek economic of scale, teknologi, SDM dan juga dari sisi regulasi.

"Untuk pengembangan industri BBO ini ke depan, sebagai start up industri tentunya diperlukan dukungan dari seluruh pihak untuk menyelesaikan tantangan industri BBO yang saat ini masih kita hadapi, sehingga ke depan kemandirian industri BBO ini dalam upaya mengurangi ketergantungan impor khususnya impor BBO Farmasi dan penguatan industri farmasi dalam negeri," kata Verdi.

Baca juga: Sinergi BUMN kembangkan BBO Parasetamol dukung farmasi nasional
Baca juga: Phapros salurkan dana kemitraan Rp3 miliar dukung kemajuan UMKM
Baca juga: Kimia Farma kembangkan bisnis klinik kecantikan

 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021