IPW apresiasi kebijakan Kapolda Banten kepada kaum disabilitas

IPW apresiasi kebijakan Kapolda Banten kepada kaum disabilitas

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pras.

Jakarta (ANTARA) -
Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi kebijakan Kapolda Banten Irjen Pol Rudi Heriyanto yang memberikan fasilitas kepada kaum disabilitas untuk menggunakan lapangan Polda dalam setiap kegiatan olahraga di komunitas-nya.
 
"Kami melihat sejak menjadi Kapolda Banten, Rudi banyak melakukan terobosan untuk menjalankan konsep Presisi Polri. Rudi cukup aktif melakukan pendekatan ke berbagai lapisan masyarakat di daerah-nya," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin.
 
Dia melihat selama ini para disabilitas, terutama di Banten, selalu kesulitan untuk mendapatkan arena untuk berolahraga, sehingga dengan diberikannya lapangan Polda, para disabilitas bisa maksimal dalam melakukan kegiatan olahraga dan tidak merasa didiskriminasi.
 
Selain kepada para disabilitas, lanjut dia, Rudi juga aktif menggerakkan jajaran Polda Banten, mulai dari Polsek hingga Polres untuk menyambangi pesantren di berbagai pelosok.
 
Berbagai kegiatan juga dilakukan mulai dari pengecatan pesantren, perbaikan pesantren yang rusak, berdialog dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya bersama masyarakat.

Baca juga: Jadi Kapolda Banten, Rudy Heriyanto miliki sepak terjang mumpuni

Baca juga: Penambangan Ilegal di Lebak jadi prioritas utama Kapolda Banten baru
 
"Dengan adanya pola pendekatan seperti ini, setidaknya potensi radikalisme di daerah Banten bisa ditekan, mengingat beberapa waktu lalu sejumlah tokoh teroris berasal dari daerah ini," ucap-nya.
 
Selain turun langsung ke akar rumput, Rudi juga melakukan kegiatan silaturahim dengan ulama kharismatik di daerah Banten, seperti Abuya Muhtadi dan KH Abuya Murtadho.
 
Tak hanya ke kalangan santri, kata Neta S Pane, kunjungan Rudi ke pedalaman masyarakat Suku Baduy juga patut diapresiasi.
 
Selain bertujuan untuk menjalani silahturahim dengan masyarakat pedalaman Baduy, kunjungan itu sekaligus bisa merasakan denyut dinamika sosial masyarakat Baduy karena dalam kunjungan itu jajaran Polda Banten juga melaksanakan bakti sosial dan merawat budaya lokal.
 
Dengan masih maraknya pandemik COVID-19, lanjut Neta S Pane, para pejabat daerah memang harus sering aktif turun ke akar rumput untuk mengetahui secara langsung seperti apa dinamika sosial ekonomi masyarakatnya, terutama setelah setahun masa pandemik mencengkeram.
 
"Para Kapolda, misalnya, wajib turun ke akar rumput secara berkala agar bisa mendeteksi sejauh mana dampak setahun pandemik COVID-19 menjadi ancaman bagi gangguan keamanan. Kekacauan ekonomi yang disebabkan pandemik COVID-19 yang menimbulkan krisis, kebangkrutan usaha, pengangguran, PHK, dan lainnya apakah sudah berdampak pada angka kriminalitas dan gangguan keamanan," tutur-nya
 
Oleh karena itu, tambah dia, aksi turun ke akar rumput, seperti yang dilakukan Rudi memang perlu dilakukan para Kapolda lain. Sehingga Polri mendapatkan situasi riil tentang kondisi Indonesia pascasetahun pandemik COVID-19 pada Maret mendatang.
 
"Dengan demikian potensi ancaman keamanan, radikalisme, kriminalitas, dan konflik sosial maupun gangguan sosial lainnya pasca setahun pandemik COVID-19 bisa diantisipasi dengan cepat oleh Polri," ujar Neta S Pane.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021