DPHK DKI bantah perkecil ukuran petak makam

DPHK DKI bantah perkecil ukuran petak makam

Petugas membawa jenazah COVID-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, Minggu (24/1/2021). (ANTARA FOTO/Fauzan/foc)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (DPHK) DKI Jakarta membantah telah memperkecil petak makam sehubungan dengan tingginya jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan ukuran petak makam memiliki standar yakni 2,5x1,5 meter persegi.

Baca juga: Kemarin, ukuran makam diperkecil hingga pabrik komestik ilegal

"Petak makam itu kan standarnya begitu, enggak bisalah (diperkecil). Nanti enggak muat kalau dikecilkan," kata Ivan saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ivan mengaku memang sempat mendengar kabar  kalau Pemprov DKI akan memperkecil ukuran petak makam demi menambah kapasitas permakaman untuk jenazah COVID-19.

Baca juga: Kemarin, ukuran makam diperkecil hingga pabrik komestik ilegal

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, kata Ivan, justru berencana mengoptimalkan sarana dan prasarana di TPU  untuk menambah kapasitas.

"Paling prasarana seperti jalan, area servis seperti shelter pekerja. Itu bisa kita optimalkan," ujar dia.

Lebih lanjut, menurut Ivan, dengan ukuran petak makam yang diperkecil, bisa mempersulit petugas saat prosesi pemakaman jenazah. Sehingga jika diterapkan, kebijakan tersebut juga berpengaruh ke seluruh petak makam yang ada di tempat pemakaman umum (TPU) dan berpotensi memicu masalah di kemudian hari.

Baca juga: Dinas Pertamanan benarkan ada dana Rp185 miliar untuk makam COVID-19

"Jika petak di sini lebih kecil yang sana lebih besar, yang ada jadi kacau. Bingung nanti, kok petak keluarga saya lebih kecil. Padahal mah enggak," ujar dia.

Atas dasar hal tersebut, Ivan memastikan upaya optimalisasi lahan tidak akan menganggu fungsi pelayanan pemakaman.

Baca juga: Wagub DKI: Permasalahan makam COVID-19 tak hanya di Jakarta

"Kalau petak makam tetap, enggak mungkin bisa dikecilkan. Kalau itu dikecilkan, enggak pantaslah saya rasa," kata Ivan.

Sebelumnya, Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta Timur, menyebutkan bahwa DKI sempat memutuskan memperkecil ukuran petak makam. Hal ini dilakukan agar lebih banyak jenazah yang dapat dimakamkan.

Petak diperkecil dari ukuran 2,5x1,5 meter persegi menjadi 1,2x2,2 meter persegi per lubang makam. Penghematan ukuran tersebut dapat menambah jumlah lubang/petak makam.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021