DKI terapkan konsep modern untuk hemat lahan di TPU Bambu Apus

DKI terapkan konsep modern untuk hemat lahan di TPU Bambu Apus

Desain Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus. (ANTARA/HO-Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jaktim).

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur menerapkan konsep modern untuk menghemat pemanfaatan lahan di  Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus.

"Nantinya petak makam itu tidak akan menggunakan gundukan. Cara seperti itu bisa menghemat liang lahat," kata
Pengawas Pelaksana Khusus pemakaman dengan Protap COVID-19 pada Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Muahemin di Jakarta, Jumat.

Baca juga: TPU Bambu Apus menyisakan dua areal pemakaman

Selain itu, penggunaan 'batu nisan duduk' akan diganti dengan 'batu nisan berdiri' seperti yang sekarang diterapkan di Taman TPU Kalibata, Jakarta Selatan.

Bila batu nisan di TPU Kalibata masih menggunakan kijing atau batu penutup makam yang menyatu dengan batu nisannya, maka di TPU Bambu Apus hanya menggunakan hamparan rumput saja.

Selain itu permukaan tanah juga akan dibuat rata tanpa gundukan  maupun petak.

Baca juga: Sudah 158 jasad dimakamkan dengan protokol COVID-19 di TPU Bambu Apus

Perubahan fisik makam tersebut, kata Muhaemin, merupakan konsep modern yang akan diterapkan di TPU Bambu Apus.

Pihaknya juga akan menghilangkan petak lahan

"Rencananya pemakaman di Bambu Apus akan menggunakan sistem TPU modern. Lahan makam tersebut tidak terbagi lagi per petak, hanya nisan saja nantinya. Sehingga pembatasnya itu hanya antarrumput," katanya.

Muhaemin menambahkan pemakaman dengan konsep modern itu muncul dari keinginan sejumlah keluarga ahli waris yang meminta pemasangan nisan dan rumput di liang lahat keluarga mereka.

Baca juga: DKI buka lahan pemakaman baru COVID-19 di Bambu Apus

"Karena banyaknya ahli waris yang berharap makamnya diberikan petak makam dan rerumputan dan membawa batu nisan duduk," katanya.

Namun karena kondisi tanah relatif labil dan ditambah situasi musim hujan, kata Muhaemin, sehingga pihaknya belum memberikan izin pemasangan.

"Tanah kadang turun, kadang pecah. Ini masih membutuhkan proses pekerjaan kita. Sementara ini kita imbau tidak memberikan rumput dulu karena ada wacana sistem konstruksi modern," ujarnya.

TPU Bambu Apus berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Terbagi atas empat blade atau petak lahan, dengan rincian tiga blad untuk pemakaman COVID-19, dan satu blade untuk pemakaman umum.

TPU Bambu Apus menjadi lokasi baru untuk penanganan jenazah COVID-19 sejak dibuka pada Kamis (17/1).

Dalam sepekan terakhir TPU Bambu Apus telah menampung total 306 jenazah COVID-19.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021