Dokter ajak sukseskan vaksinasi COVID-19 perkuat perlindungan diri

Dokter ajak sukseskan vaksinasi COVID-19 perkuat perlindungan diri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu perwakilan yang turut mengikuti vaksinasi bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (27/01/21). ANTARA/Biro Pers Setpres-Muchlis Jr/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kesehatan Jiwa DKI Jakarta DR. dr Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ mengajak tenaga kesehatan dan masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi COVID-19 dalam rangka membentuk perlindungan diri dari pandemik itu.

"Para ilmuwan sudah mati-matian bekerja menemukan vaksin untuk kita semua dalam bertempur menghadapi COVID-19, jadi serahkan saja hal-hal yang berbau ilmiah kepada mereka. Tugas Warga Negara Indonesia, selama ia memenuhi persyaratan untuk divaksin, sebaiknya maju untuk divaksin sebagai langkah patriotik melindungi diri, keluarga, dan masyarakat luas," kata Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) yang juga merupakan mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Kamis.

Noriyu berharap dengan animo para tenaga kesehatan untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 dapat meredakan pro dan kontra vaksin COVID-19 di masyarakat.

Noriyu yang juga Secretary General Asian Federation of Psychiatric Associations mengatakan pemberian vaksinasi COVID-19 menjadi ikhtiar penting perlindungan diri tenaga kesehatan selain pemakaian alat pelindung diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Kemenkes apresiasi RSUP Dr Sardjito vaksinasi 3.000 nakes dalam sehari
Baca juga: Pemerintah optimistis terhadap periode vaksinasi yang telah disusun


Menurut dia, vaksinasi COVID-19 juga melindungi mereka yang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan, usia dan faktor lainnya. Jadi, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi vaksinasi itu melindungi keluarga sekaligus masyarakat luas.

"Istirahat penting sekali untuk proses vaksinasi yang optimal karena akan ada serangkaian pemeriksaan fisik selain skrining kondisi medis calon yang akan divaksin. Jika lolos pemeriksaan, baru akan dilakukan vaksinasi,” tutur Psikiater Noriyu yang menerima vaksin COVID-19 pertamanya pada Rabu (27/1).

Setelah disuntik dengan vaksin, Noriyu merasakan hanya sebatas kram pada lengan yang disuntik.

Dia bertekad tetap menjalankan protokol kesehatan walau sudah menerima vaksin dan terus menerapkan adaptasi kebiasaan baru yang sudah dia jalankan selama setahun terakhir.

Baca juga: Menristek harap vaksin Merah Putih dapat izin darurat akhir 2021
Baca juga: Ariel Noah dan Risa Saraswati ikuti vaksinasi dosis kedua di Bandung

 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021